Memuat...

Oposisi 'Israel' Jajaki Kerja Sama dengan Partai Arab untuk Singkirkan Netanyahu

Zarah Amala
Kamis, 29 Oktober 2026 / 19 Jumadilawal 1448 11:00
Oposisi 'Israel' Jajaki Kerja Sama dengan Partai Arab untuk Singkirkan Netanyahu
Pemimpin Join Lists (Daftar Bersama), Yousef Jabareen, menyatakan kesediaannya mendukung pemerintahan yang dipimpin oposisi 'Israel' untuk menyingkirkan Benjamin Netanyahu, tetapi menolak bergabung secara resmi dalam koalisi tersebut. (Getty)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Oposisi 'Israel' mulai menjajaki kerja sama dengan partai-partai Arab untuk membentuk pemerintahan baru dan mengakhiri kekuasaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Langkah ini menyusul meningkatnya partisipasi pemilih Palestina di 'Israel' dalam pemilu, yang turut menggagalkan upaya Netanyahu meraih mayoritas di parlemen.

Dilansir The New Arab, Rabu (28/10/2026), anggota Knesset sekaligus pemimpin Gerakan Perubahan Arab, Ahmad Tibi, mengungkapkan bahwa sejumlah partai oposisi telah menghubungi para pemimpin politik Arab untuk membahas koordinasi dalam mengganti ketua Knesset serta menjajaki kemungkinan kerja sama politik ke depan.

Tibi mengatakan partai-partai Arab tidak mengincar jabatan menteri dalam pemerintahan mendatang. Mereka ingin memanfaatkan kekuatan politik di parlemen untuk mengakhiri pemerintahan Netanyahu.

Menurutnya, lonjakan partisipasi pemilih Palestina berhasil menghalangi Netanyahu memperoleh mayoritas yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan. Situasi ini membuka peluang bagi terbentuknya pemerintahan alternatif yang dapat mengakhiri dominasi koalisi sayap kanan jauh.

Tibi menambahkan, Daftar Bersama (Joint List) akan mendukung kandidat oposisi untuk menggantikan ketua Knesset. Ia juga mengecam para politikus yang menolak bekerja sama dengan partai-partai Arab.

“Siapa pun yang bersikeras tidak membentuk aliansi dengan partai-partai Arab akan kehilangan kekuasaan,” kata Tibi. Ia menyebut upaya menggambarkan suara pemilih Arab sebagai sesuatu yang tidak sah sebagai bentuk rasisme.

Menurut lembaga penyiaran publik 'Israel', Kan, Tibi mengonfirmasi bahwa Daftar Bersama tengah berunding dengan kubu oposisi yang dikenal sebagai kamp perubahan untuk membantu pembentukan pemerintahan baru tanpa bergabung secara resmi ke dalam koalisi.

“Saya ingin melakukan segala yang saya bisa di Knesset untuk membuka jalan bagi pengumuman pembentukan pemerintahan,” ujarnya. “Kami mungkin tidak akan menjadi bagian integral dari pemerintahan ini, tetapi ada pengaturan dan kemungkinan lain.”

Sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut mengatakan Daftar Bersama telah menawarkan dukungan parlementer kepada pemimpin oposisi Gadi Eisenkot. Dukungan itu dimaksudkan sebagai semacam jaring pengaman politik, serupa dengan mekanisme yang pernah digunakan ketika anggota parlemen Arab mendukung pemerintahan Yitzhak Rabin pada 1992.

Melalui skema tersebut, partai-partai Arab dapat mendukung pemerintahan dari luar koalisi tanpa harus menerima jabatan menteri.

Sumber-sumber itu menyebut komunikasi antara Daftar Bersama dan kubu Eisenkot telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan masih berlanjut.

Pemimpin Daftar Bersama, Yousef Jabareen, juga menyerukan pembentukan “kemitraan Yahudi-Arab yang nyata” untuk mengakhiri kekuasaan Netanyahu.

“Siapa pun yang ingin menawarkan alternatif yang substantif dan nyata terhadap pemerintahan Netanyahu yang berlumuran darah harus berdialog dengan kami dan membuka jalan bagi perubahan yang dicari masyarakat 'Israel',” kata Jabareen kepada media 'Israel'.

Perkembangan ini terjadi setelah Netanyahu berulang kali memperingatkan para pendukungnya mengenai meningkatnya partisipasi pemilih Palestina di 'Israel' selama kampanye pemilu.

Pada Selasa (27/10), Netanyahu mengunggah foto dan video yang menyoroti anggota parlemen Arab Ahmad Tibi serta tingginya partisipasi pemilih di komunitas Arab.

Dalam salah satu unggahannya di platform X, Netanyahu membagikan gambar yang diklaim memperlihatkan pemilih berkumpul di luar tempat pemungutan suara di Rahat, kota di 'Israel' selatan yang mayoritas penduduknya merupakan warga Arab.

“Inilah yang terjadi hari ini di Rahat. Kalian tidak boleh tinggal di rumah. Segera keluar dan pilih Likud. Kita sedang berjuang untuk tanah air kita,” tulis Netanyahu.

Sementara itu, pemimpin Partai Demokrat, Yair Golan, menyatakan bahwa partai-partai Arab seharusnya dilibatkan dalam upaya oposisi membentuk pemerintahan baru.

“Setiap anggota Knesset yang terpilih melalui proses yang sah merupakan bagian yang sah dari sistem politik kita,” kata Golan.

Namun, pemimpin partai sayap kanan jauh Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, menolak kerja sama dengan partai-partai Arab. Ia justru menyerukan pemberontakan internal di Partai Likud untuk menyingkirkan Netanyahu.

Lieberman menuduh Netanyahu telah menghancurkan kubu nasionalis 'Israel'. Ia bahkan menyebut perdana menteri tersebut bertindak “seperti kepala organisasi kriminal”. (zarahamala/arrahmah.id)