Memuat...

Spanyol dan Brasil Tuntut 'Israel' Bebaskan Aktivis Sumud Flotilla yang Diculik

Zarah Amala
Senin, 4 Mei 2026 / 17 Zulkaidah 1447 11:01
Spanyol dan Brasil Tuntut 'Israel' Bebaskan Aktivis Sumud Flotilla yang Diculik
Spanyol dan Brasil kecam penculikan dua aktivis oleh 'Israel' (QNN)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Ketegangan diplomatik antara 'Israel' dengan Spanyol dan Brasil memuncak setelah pemerintah kedua negara tersebut secara resmi mengecam penahanan dua warga negara mereka oleh militer 'Israel'. Saif Abu Keshek (warga negara Spanyol keturunan Palestina) dan Thiago Ávila (warga negara Brasil) masih berada dalam tahanan 'Israel' setelah sebelumnya diculik dari kapal armada Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

Pemerintah Spanyol dan Brasil mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras tindakan otoritas 'Israel'. Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, secara terbuka menyebut tindakan 'Israel' tersebut sebagai bentuk penculikan

"Jika ini dilakukan oleh otoritas yang sama sekali tidak memiliki yurisdiksi hukum, maka ya, itu jelas penculikan," tegas Albares saat diwawancarai oleh RAC1.

Pemerintah kedua negara menegaskan bahwa penahanan tersebut secara hukum tidak sah, melanggar kedaulatan di perairan internasional, dan merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional yang dapat diadili di pengadilan internasional.

Laporan Penyiksaan dan Mogok Makan

Kondisi kedua aktivis di Penjara Shikma, 'Israel', dilaporkan sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan kunjungan pusat hukum Adalah dan pihak kedutaan, ditemukan fakta-fakta kelam.

Thiago Ávila melaporkan diseret dalam posisi tengkurap dan dipukuli hingga pingsan dua kali. Sementara Saif Abu Keshek melaporkan matanya ditutup dan tangannya diikat selama berhari-hari, menyebabkan memar parah di wajah dan tangannya.

Meskipun telah diperiksa dokter, para aktivis mengaku tidak menerima perawatan medis yang memadai.

Sebagai bentuk protes atas penahanan ilegal dan penyiksaan yang mereka alami, kedua aktivis kini telah memulai aksi mogok makan.

Dalih Israel dan Respons Dunia

'Israel' melalui Kementerian Luar Negeri mengeklaim bahwa kedua aktivis tersebut terlibat dalam kegiatan ilegal dan menduga mereka terkait dengan kelompok yang mereka labeli sebagai organisasi teroris, tuduhan yang dibantah tegas oleh Spanyol. Albares menyatakan bahwa sejauh ini, Israel tidak mampu menunjukkan bukti konkret atas hubungan tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, telah menyampaikan pesan keras kepada Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu: "Kami menuntut pembebasan warga negara Spanyol yang ditahan secara tidak sah oleh pemerintah Netanyahu. Spanyol akan selalu melindungi warganya dan membela hukum internasional."

Kelanjutan Misi Armada Sumud

Terlepas dari serangan militer yang melukai sekitar 34 aktivis dan mengakibatkan 22 kapal disita, penyelenggara Global Sumud Flotilla menegaskan bahwa semangat mereka tidak padam. Sekitar 30 kapal lainnya telah bersandar di Pelabuhan Ierapetra, Kreta, Yunani, dan saat ini sedang melakukan konsolidasi untuk melanjutkan perjalanan guna menembus blokade Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)