Memuat...

Suriah-Turki Sepakat Bangun Zona Ekonomi Bebas di Idlib

Hanoum
Sabtu, 18 April 2026 / 1 Zulkaidah 1447 08:48
Suriah-Turki Sepakat Bangun Zona Ekonomi Bebas di Idlib
Tugu jam di Idlib. [Foto: Enab Baladi/Yousef Ghuraibi]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Pemerintah Suriah dan Turki tengah mematangkan rencana pembentukan zona ekonomi bebas di wilayah Idlib, Suriah barat laut, yang berbatasan langsung dengan Turki. Kesepakatan ini muncul sebagai bagian dari upaya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan mempercepat pemulihan pascakonflik.

Dilansir Hurriyet Daily News (17/4/2026), zona ekonomi tersebut dirancang untuk menjadi pusat logistik dan perdagangan baru, dengan fasilitas modern seperti gudang penyimpanan, sistem bea cukai terpadu, serta jalur distribusi yang lebih efisien. Proyek ini juga melibatkan kerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendukung pembangunan infrastruktur.

Pembahasan proyek ini dilakukan dalam sejumlah pertemuan antara pejabat Suriah dan perwakilan perusahaan Turki, yang menyoroti pentingnya investasi bersama dalam sektor perdagangan dan industri. Zona ini diharapkan mampu menarik investor serta membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Seorang pejabat terkait proyek tersebut menyatakan, “Zona ekonomi ini akan membuka peluang baru bagi perdagangan dan investasi serta memperkuat konektivitas lintas batas,”

Selain itu, laporan menyebut bahwa pembentukan zona ekonomi di Idlib merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menghubungkan kembali Suriah dengan pasar regional setelah bertahun-tahun konflik.

Secara geografis, Idlib memiliki posisi strategis karena berada dekat perbatasan Turki dan jalur perdagangan utama di Suriah utara, sehingga dinilai ideal untuk pengembangan kawasan ekonomi baru.

Rencana ini juga mencerminkan meningkatnya hubungan ekonomi antara kedua negara, di mana Turki melihat peluang ekspansi perdagangan dan investasi, sementara Suriah berupaya memulihkan ekonominya melalui pembukaan akses pasar dan pembangunan infrastruktur.

Pengamat menilai zona ekonomi ini berpotensi menjadi pusat aktivitas perdagangan baru di kawasan, namun keberhasilannya tetap bergantung pada stabilitas keamanan serta kesinambungan kerja sama politik antara kedua negara. (hanoum/arrahmah.id)