Memuat...

Afghanistan Mengupayakan Empat Proyek Transmisi Tenaga Listrik Regional

Hanin Mazaya
Kamis, 15 Oktober 2026 / 5 Jumadilawal 1448 17:36
Afghanistan Mengupayakan Empat Proyek Transmisi Tenaga Listrik Regional
Ilustrasi. (Foto: Andrey Metelev-Unsplash)

KABUL (Arrahmah.id) - Afghanistan tengah mengupayakan empat proyek transmisi listrik berkapasitas 500 kilovolt dengan negara-negara di kawasan tersebut, termasuk Turkmenistan, Uzbekistan, Iran, dan Tajikistan.

Proyek-proyek ini bertujuan untuk memperluas jaringan transmisi listrik serta meningkatkan kapasitas pertukaran energi antarnegara di kawasan tersebut.

Salah satu proyek tersebut adalah jalur transmisi 500 kilovolt Surkhan–Dasht-e-Alwan yang memiliki kapasitas 1.000 megawatt. Para pejabat dari Da Afghanistan Breshna Sherkat (DABS)—perusahaan listrik Afghanistan—dan Uzbekistan telah mengadakan diskusi untuk mempercepat pelaksanaan proyek ini, lansir Tolo News (15/10/2026).

Mohammad Sadiq Haqparast, juru bicara DABS, menyatakan: “Penyelesaian proyek ini akan berperan penting dalam memperkuat kerja sama energi, memperluas perdagangan dan investasi, meningkatkan kapasitas transmisi listrik, serta memperkokoh jaringan listrik kedua negara.”

Di antara proyek-proyek tersebut, pengerjaan jalur transmisi 500 kilovolt yang melibatkan Turkmenistan dan Uzbekistan saat ini sedang berlangsung.

Menurut DABS, jalur transmisi listrik 500 kilovolt dari Turkmenistan menuju Kabul diperkirakan akan rampung dalam sepuluh bulan ke depan.

Sementara itu, usulan proyek transmisi 500 kilovolt dengan Iran dan Tajikistan juga telah ditinjau, dan diskusi mengenai hal tersebut masih terus berlanjut.

Amanullah Ghalib, mantan kepala DABS, mengatakan: “Saat ini kita sudah memiliki jalur transmisi listrik 500 kilovolt dari Turkmenistan yang terhubung ke Pul-e-Khumri. Tajikistan juga ingin membangun jalur transmisi 500 kilovolt, karena saat ini mereka hanya memiliki jalur 220 kilovolt. Dengan adanya jalur baru ini, Tajikistan akan mampu mengekspor lebih banyak listrik ke Afghanistan.”

Proyek-proyek ini memiliki kapasitas transmisi listrik yang berkisar antara 1.000 hingga 1.500 megawatt.

Penyelesaian proyek-proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas transmisi listrik serta memperluas peluang pertukaran energi di antara negara-negara di kawasan tersebut. Seyar Quraishi, seorang analis ekonomi, mengatakan: “Memperluas jaringan transmisi listrik dapat mengurangi biaya, namun hal itu tidak serta-merta menjamin harga listrik yang lebih rendah. Saat ini, Afghanistan mengimpor sekitar 800 megawatt listrik dengan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, penyelesaian proyek-proyek ini memang dapat meningkatkan pasokan listrik, tetapi perhatian juga harus diberikan pada harga listrik impor tersebut.”

Di samping upaya untuk memperluas jaringan transmisi listriknya, Afghanistan masih bergantung pada impor listrik dari negara-negara tetangga untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya. (haninmazaya/arrahmah.id)