Memuat...

Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh dan Sumbar, Warga Terjebak

Ameera
Kamis, 25 Desember 2025 / 5 Rajab 1447 18:26
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh dan Sumbar, Warga Terjebak
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh dan Sumbar, Warga Terjebak

 

PIDIJAYA (Arrahmah.id) – Banjir bandang kembali menerjang wilayah Aceh dan Sumatera Barat setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan pegunungan dalam beberapa hari terakhir.

Di Kabupaten Pidijaya, Aceh, luapan sungai merendam permukiman warga di Jumba, Kecamatan Meurah Dua.

Air yang naik secara tiba-tiba memicu kepanikan dan memaksa sebagian warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Kekhawatiran warga semakin meningkat karena banjir serupa sudah berulang kali terjadi di wilayah tersebut.

Banjir susulan juga melanda Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat.

Hujan deras pada Selasa petang menyebabkan air kembali meluap dan menjebak sejumlah warga.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dengan bantuan tali oleh personel TNI dari Yonif 133 Yuda Sakti.

Warga yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke posko bencana di SMP Negeri 44 untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan penanganan infrastruktur terdampak banjir dan longsor di Aceh.

Salah satu fokus utama adalah perbaikan Jembatan Timbang Gajah yang putus di ruas jalan Bireuen–Takengon.

Satu unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi, serta pembangunan jembatan darurat Bailey sedang dipersiapkan guna memastikan jalur evakuasi dan distribusi logistik tetap berjalan.

Penanganan tanggap darurat ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025.

Di sisi lain, sembilan desa di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, masih terisolasi akibat longsor dan kerusakan jalan parah. Desa tersebut meliputi Gajah, Uring, Pepela, Pintu Rime, Pasir Putih, Pertik, Ekan, Pining, dan Lesten.

Warga terpaksa berjalan berjam-jam demi mendapatkan bantuan, sementara petugas terus berupaya menembus medan berat untuk menyalurkan logistik.

Selain penanganan fisik, perhatian juga diberikan pada pemulihan psikologis korban, khususnya anak-anak.

Relawan menggelar kegiatan trauma healing di beberapa titik pengungsian melalui aktivitas bermain, belajar bersama, dan pendekatan emosional.

Ratusan anak korban banjir bandang di Aceh Barat mengikuti kegiatan ini agar kembali merasa aman dan bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Banjir bandang yang kembali melanda Aceh dan Sumatera Barat ini menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan, penanganan cepat, dan dukungan berkelanjutan bagi warga terdampak, baik secara fisik maupun psikologis.

(ameera/arrahmah.id)