Memuat...

Ben-Gvir Unggah Video Tahanan Palestina Diborgol Disuruh Mengecat Dinding Sel

Hanoum
Sabtu, 7 November 2026 / 28 Jumadilawal 1448 04:59
Ben-Gvir Unggah Video Tahanan Palestina Diborgol Disuruh Mengecat Dinding Sel
Foto tangkapan layar. [Foto: X]

YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Menteri Keamanan Nasional 'Israel' Itamar Ben-Gvir membagikan video yang memperlihatkan tahanan Palestina berborgol dan bertelanjang kaki disuruh mengecat dinding penjara menjadi merah. Ben-Gvir menuduh tahanan itu menulis “coretan hasutan” di dalam selnya. Pejabat senior Hamas, Abdul Rahman Shadid, mengecam rekaman tersebut pada Kamis (5/11/2026).

Dilansir Palestinian Information Center (5/11), Shadid menyebut tindakan Ben-Gvir “tindakan fasis” yang memperlihatkan kebrutalan dan kebobrokan moral pendudukan, serta upaya putus asa menutupi kegagalan politik dan militer Israel. Ia menyatakan pelanggaran sistematis terhadap tahanan laki-laki dan perempuan Palestina melampaui definisi terorisme konvensional dan merupakan kejahatan terorganisasi.

Shadid mendesak PBB, lembaga HAM, dan Palang Merah segera bertindak, dan menilai tindakan Ben-Gvir hanya memperkuat keteguhan Palestina. Firstpost menyebut video itu memicu reaksi keras.

Video itu memperlihatkan tahanan dengan tangan terikat mencelupkan kuas ke ember dan mengecat dinding yang sudah berwarna merah. Ben-Gvir kerap membagikan rekaman dari fasilitas penahanan 'Israel' untuk menonjolkan kebijakan kerasnya terhadap tahanan Palestina.

Pada awal 2025, Anadolu melaporkan Ben-Gvir membanggakan penjaga yang memaksa tahanan berlutut dan mengecat ulang dinding bertuliskan slogan, termasuk “Yerusalem Arab”, di Penjara Ktzi’ot, Gurun Negev. Saat itu ia menyebut penjaga masuk ke sel dan memaksa para tahanan mengecat dinding.

Pola serupa muncul beberapa kali. Pada Agustus 2025, Ben-Gvir mengunggah video dirinya mengejek Marwan Barghouti di dalam sel, yang dikecam Kantor HAM PBB. Pada November 2025, ia memposting rekaman sekitar selusin tahanan tertelungkup dengan tangan terikat di depan bendera 'Israel', yang dikecam Hamas dan kelompok pembela tahanan Palestina. Pada Maret 2026, ia merekam diri di depan tiang gantungan di Yerusalem dan mengancam hukuman mati bagi “teroris”.

Middle East Eye melaporkan Ben-Gvir menghapus video buatan kecerdasan buatan tentang tahanan Palestina yang kelaparan setelah dikecam dan dibandingkan dengan kamp konsentrasi Nazi. Kelompok HAM menilai kampanye hukuman mati yang ia pimpin diskriminatif. (hanoum/arrahmah.id)