Memuat...

Di Balik Gencatan Senjata dan Solusi Perdamaian ala AS-Israel

Oleh Ummu KholdaPegiat Literasi
Kamis, 19 Februari 2026 / 2 Ramadan 1447 18:06
Di Balik Gencatan Senjata dan Solusi Perdamaian ala AS-Israel
Penandatanganan Board of Peace. (Foto: ANTARA/HO-Sekretariat Kabinet)

Gencatan senjata dan Board of Peace (BoP) kembali digaungkan sebagai solusi perdamaian Gaza. Dalam hal ini Amerika Serikat (AS) sebagai inisiator diplomasi menyerukan penghentian kekerasan dan stabilitas kawasan. Namun, kenyataannya sungguh berbeda di lapangan, pelanggaran gencatan senjata berulangkali dilakukan oleh Zionis Israel. Di mana militer Israel kembali menggempur habis-habisan jalur Gaza, Palestina pada Rabu, 4 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 23 orang termasuk anak-anak. Secara keseluruhan semenjak gencatan senjata disepakati, Israel telah membunuh 520 warga Palestina. (CNN Indonesia.com, 5/2/2026)

Kompas.com melalui kanal video pada tanggal 7 Februari 2026 juga menayangkan berita serupa. Dalam laporan berjudul 'Detik-detik Israel Kembali Jatuhkan Bom di Gaza, Ciptakan Bola Api Besar' ditayangkan bagaimana serangan udara yang begitu brutal. Serangan itu mengarah ke sebuah bangunan yang terletak di dekat pemakaman di Zeitoun. Bangunan itupun langsung rata dengan tanah akibat rudal Israel tersebut. Meski tidak ada korban jiwa, namun serangan tersebut telah meninggalkan luka yang mendalam bagi warga Gaza, Palestina.

 

Gencatan Senjata dan BoP, Sandiwara ala Penjajah

Fakta di atas telah menunjukkan bagaimana sifat Israel. Meski telah menandatangani perjanjian,  Israel tetap saja tidak menepati janjinya, pelanggaran terus dilakukan. Jika sudah begini, masihkah tetap percaya atas tawaran gencatan senjata dan BoP untuk perdamaian Gaza? Sayangnya, dunia terlalu naif, percaya dengan janji-janji tersebut, padahal tawaran gencatan senjata serta BoP hanyalah sandiwara AS-Israel untuk melanggengkan penjajahan atas Gaza, Palestina. Gencatan senjata pun seringkali dijadikan alat jeda Zionis Israel untuk mengatur ulang strategi, bukan menghentikan genosida secara permanen. Alhasil, kedua solusi tersebut tetap tidak akan menyelesaikan masalah Gaza.

Mirisnya lagi, para penguasa negeri-negeri muslim nampak tidak memiliki keberanian untuk melawan negara penjajah sekelas AS-Israel dengan alasan menjaga perdamaian kawasan dan mencegah perang semakin meluas. Bahkan mereka rela bergabung dalam BoP yang jelas-jelas bukan untuk perdamaian Palestina.

Inilah kondisi para penguasa negeri muslim. Mereka yang seharusnya berada di garda terdepan membela dan membebaskan rakyat Gaza dan mengusir penjajah Zionis, justru malah bergandengan tangan dengan penjajah. Mereka sudah teracuni ide-ide kapitalis dengan nasionalismenya, sehingga enggan turut campur, bahkan memberi ruang bagi zionis menguasai Gaza.

Solusi dan diplomasi apapun, yang datang dari penjajah,yakni kaum yang nyata memusuhi Islam dan kaum muslimin hakikatnya bukan solusi melainkan taktik dan siasat mengelabui dunia. Kebencian itu tidak mungkin tiba-tiba merubah ke arah kemaslahatan karena akar masalahnya masih tetap sama. Selama akar masalahnya tidak dicabut, maka kekerasan dan penjajahan akan terus berulang, hanya nama yang mungkin berbeda, namun tetap luka yang sama dalam diri rakyat Palestina. Oleh karenanya harus ada solusi yang fundamental mengatasi masalah Gaza ini, agar penderitaan rakyat di sana segera berakhir.

 

Khilafah dan Jihad Solusi Nyata bagi Palestina

Melihat situasi Gaza yang terus memburuk, tidak ada jalan lain kecuali menyatukan pemikiran kaum muslim, termasuk para penguasa dengan satu pemikiran yang pasti bahwa solusi untuk Palestina hanyalah dengan jihad dan khilafah. Solusi ini akan  mengembalikan bumi Palestina sebagai tanah kaum muslim yang hakiki.

Oleh karena itu sangat diperlukan kesatuan umat dalam politik dan kepemimpinan untuk melawan hegemoni penjajah kafir. Selain itu juga harus ada upaya memahamkan umat dan penguasa muslim untuk melakukan jihad dan mendorong penyatuan negeri-negeri muslim di bawah kepemimpinan Islam yakni khilafah. Karena khilafahlah yang akan menerapkan seluruh aturan Islam secara totalitas termasuk aturan jihad untuk melindungi rakyatnya.

Wallahu a'lam bis shawwab