KABUL (Arrahmah.id) - Sher Ahmad Haqqani, Menteri Informasi dan Kebudayaan Imarah Islam Afghanistan, dalam peresmian Museum Militer Mujahid di Maidan Wardak, menyatakan bahwa pasukan Imarah Islam telah menimbulkan kerugian finansial dan korban jiwa yang besar bagi pasukan AS dengan menggunakan peralatan serta bahan peledak berbiaya rendah, yang pada akhirnya memaksa Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Afghanistan.
Ia menambahkan bahwa rakyat Afghanistan telah mengalahkan kekuatan-kekuatan besar dunia di tanah mereka sendiri meskipun dengan sumber daya yang terbatas, seraya memperingatkan bahwa setiap agresor di masa depan akan menghadapi nasib serupa, lansir Tolo News (16/10/2026).
Sang menteri mengatakan: "Ranjau yang Anda lihat di sini dibuat dengan biaya yang sangat murah, namun mampu menghancurkan kendaraan dan tank mereka yang mahal. Peralatan mereka yang bernilai tinggi hancur hanya dengan biaya yang sangat kecil. Hal ini membuat pihak Amerika dan sekutunya khawatir, karena mereka menyadari bahwa melanjutkan perang hanya akan mendatangkan kerugian ekonomi yang besar serta meningkatkan jumlah korban jiwa."
Saeed Khosti, Direktur Registrasi Artefak dan Dokumen Era Jihad di Direktorat Jenderal Pelestarian Artefak Era Jihad, menuturkan: "Sebuah tank besar milik Amerika yang bernilai jutaan dolar dapat dihancurkan oleh perangkat ini. Semua ini adalah artefak dari masa jihad, dan pemimpin Imarah Islam telah menginstruksikan kami untuk mengumpulkannya sebagai pesan bagi generasi mendatang."
Merujuk pada Pakistan, sang menteri memperingatkan bahwa negara mana pun—termasuk negara-negara tetangga Afghanistan—yang melanggar kedaulatan Afghanistan akan menghadapi nasib yang sama.
Haqqani menegaskan: "Pihak-pihak yang jauh lebih kuat dari mereka saja bisa dikalahkan dengan senjata-senjata ini, dan mereka (pihak lain) pun tidak lebih kuat. Jika mereka terus melakukan agresi, sebaiknya mereka mempertimbangkan kembali dan menghentikan serangan. Namun, jika ada pihak yang menyerang Afghanistan, senjata-senjata ini—bahkan yang lebih canggih lagi—akan digunakan untuk melawan mereka."
Sementara itu, Habibullah Mujahid, Direktur Informasi dan Kebudayaan di Maidan Wardak, menyampaikan bahwa museum yang baru diresmikan tersebut memamerkan 261 artefak yang berkaitan dengan perang, serta 250 artefak bersejarah lainnya.
Ia menjelaskan: "Museum kami terdiri dari empat bagian: bagian militer, bagian sejarah, bagian naskah, dan bagian yang memuat nama-nama 3.051 orang yang gugur (syuhada)."
Menurut Direktorat Informasi dan Kebudayaan Maidan Wardak, upaya saat ini juga tengah dilakukan untuk mengumpulkan dan melestarikan berbagai senjata serta artefak lain yang digunakan oleh rakyat Afghanistan selama masa invasi Uni Soviet. (haninmazaya/arrahmah.id)
