Memuat...

Serangan 'Israel' Tewaskan Enam Warga Palestina di Gaza dalam 24 Jam

Zarah Amala
Jumat, 16 Oktober 2026 / 6 Jumadilawal 1448 11:09
Serangan 'Israel' Tewaskan Enam Warga Palestina di Gaza dalam 24 Jam
Serangan drone 'Israel' menewaskan seorang warga Palestina dan melukai beberapa lainnya di kawasan Al-Saftawi, utara Kota Gaza. (QNN)

GAZA (Arrahmah.id) - Sedikitnya enam warga Palestina gugur dan sejumlah lainnya terluka akibat serangan 'Israel' di berbagai wilayah Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, meski kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025 masih berjalan.

Kantor berita Anadolu melaporkan pada Kamis (15/10/2026), sebuah serangan pesawat nirawak 'Israel' menewaskan seorang warga Palestina dan melukai beberapa orang lainnya di kawasan Al-Saftawi, utara Kota Gaza. Serangan itu menyasar sekumpulan warga sipil. Sumber medis tidak merinci jumlah korban luka maupun kondisi mereka.

Secara terpisah, Kompleks Medis Nasser melaporkan dua warga Palestina gugur ketika serangan 'Israel' menghantam sebuah kendaraan di Al-Qarara, utara Khan Yunis. Seorang perempuan juga dilaporkan terluka.

Menurut laporan Al Mayadeen, serangan lain di dekat Menara Tayba, sebelah barat Khan Yunis, melukai empat warga Palestina, satu di antaranya dalam kondisi serius.

Media tersebut juga melaporkan seorang warga Palestina gugur ditembak pasukan 'Israel' di dalam pusat pengungsian di kamp pengungsi Jabaliya. Sementara itu, seorang warga lainnya meninggal akibat luka-luka di kawasan Tal al-Hawa.

Anadolu melaporkan kendaraan militer 'Israel' melepaskan tembakan intensif ke arah tenda-tenda yang menampung warga Palestina di Kamp Halawa, sebelah timur Jabaliya, pada Kamis (15/10). Seorang sumber medis menyebut satu warga Palestina mengalami luka sedang.

Kendaraan 'Israel' juga dilaporkan menembaki wilayah timur Al-Qarara dan kawasan di sebelah timur kamp pengungsi Al-Maghazi, Gaza tengah.

Serangan tersebut terjadi di tengah laporan berlanjutnya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025.

Di sisi lain, Anadolu melaporkan pasukan 'Israel' melakukan penghancuran terhadap sejumlah blok permukiman yang telah dikosongkan di Beit Lahia, Gaza timur, dan Rafah.

Warga melaporkan mendengar ledakan keras sepanjang malam hingga Kamis (15/10) pagi ketika pasukan 'Israel' meledakkan kendaraan yang dipasangi bahan peledak di dalam blok-blok permukiman di wilayah yang mereka kuasai.

Al Mayadeen juga melaporkan penghancuran bangunan di kawasan Al-Tuffah, sebelah timur Kota Gaza, di dekat Bundaran Sheikh Zayed, Beit Lahia, serta di Rafah.

Sementara itu, tank dan buldoser 'Israel' dilaporkan mundur dari wilayah timur Deir al-Balah setelah melakukan operasi perataan dan pembersihan lahan secara luas.

Berdasarkan angka terbaru Kementerian Kesehatan Palestina yang dikutip kedua media tersebut, sebanyak 1.501 warga Palestina gugur dan 5.323 lainnya terluka sejak gencatan senjata diberlakukan. Selain itu, 838 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan.

Al Mayadeen menyebut jumlah korban sejak dimulainya perang 'Israel' di Gaza pada 7 Oktober 2023 telah mencapai sekitar 74.392 orang gugur dan 175.440 lainnya terluka.

Menurut data Palestina yang dikutip Anadolu, sekitar 90 persen infrastruktur di Jalur Gaza mengalami kerusakan atau kehancuran akibat serangan 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)