Memuat...

Warga Taiz Protes Pengepungan dan Serangan, Desak Houtsi Ditetapkan sebagai Organisasi Teroris

Zarah Amala
Jumat, 16 Oktober 2026 / 6 Jumadilawal 1448 11:37
Warga Taiz Protes Pengepungan dan Serangan, Desak Houtsi Ditetapkan sebagai Organisasi Teroris
Warga Taiz menuntut diakhirinya pengepungan dan serangan bom yang terus berlanjut di kota mereka. (Al Jazeera)

TAIZ (Arrahmah.id) - Warga Provinsi Taiz, Yaman, menggelar aksi protes pada Kamis (15/10/2026) malam untuk mengecam pengepungan dan serangan yang mereka tuduhkan dilakukan oleh kelompok Ansarullah (Houtsi). Mereka mendesak masyarakat internasional turun tangan menghentikan serangan terhadap warga sipil serta mencabut pembatasan akses bantuan ke kota tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera pada Jumat (16/10), aksi berlangsung di Bundaran Al-Awadi, pusat Kota Taiz. Para peserta membawa spanduk yang mengecam serangan terhadap warga sipil dan pengepungan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Mereka menuntut penghentian pengeboman, pembukaan jalur transportasi, serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok dan bantuan kemanusiaan. Mereka juga meminta komunitas internasional menetapkan kelompok Houtsi sebagai organisasi teroris.

Omar al-Humairi, salah satu penyelenggara aksi, mengatakan kepada Al Jazeera Net bahwa pengepungan Taiz telah memasuki tahun ke-12. Ia juga menyoroti serangan yang disebutnya menyasar warga sipil dan kawasan permukiman, serta serangan Houtsi terhadap Kota Aden dan Marib.

Al-Humairi mengatakan aksi tersebut digelar untuk mengecam serangan rudal balistik yang dilaporkan menghantam kawasan permukiman di Aden, serta serangan terhadap warga sipil di Marib dan Taiz. Ia mendesak masyarakat internasional mengambil tindakan terhadap Houtsi dan mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Aksi berlangsung di tengah meningkatnya bentrokan di sejumlah front pertempuran di Taiz. Pada Rabu (14/10) malam, kawasan permukiman di sekitar Bandara Lama, bagian barat Kota Taiz, dilaporkan terkena puluhan tembakan artileri. Pertempuran juga meningkat di front Jabal Han, Bandara Lama, dan wilayah timur kota hingga Kamis pagi.

Al Jazeera melaporkan, pembatasan pergerakan di jalan-jalan utama menuju Taiz turut menyulitkan warga mengakses layanan dan kebutuhan dasar. Konflik dan pengepungan selama bertahun-tahun telah memperburuk kondisi kemanusiaan serta membatasi mobilitas warga antara kota dan wilayah sekitarnya. (zarahamala/arrahmah.id)