Memuat...

"Israel" Klaim Ratusan Pejuang Hizbullah Tewas, Pertempuran di Selatan Lebanon Memanas

Samir Musa
Selasa, 12 Mei 2026 / 25 Zulkaidah 1447 17:05
"Israel" Klaim Ratusan Pejuang Hizbullah Tewas, Pertempuran di Selatan Lebanon Memanas
Serangan udara "Israel" terhadap sebuah desa di Lebanon selatan (Reuters)

BEIRUT (Arrahmah.id) – Militer Israel Defense Forces (IDF) mengklaim telah menyerang lebih dari 1.100 target milik Hezbollah sejak dimulainya kesepakatan gencatan senjata di Lebanon, lansir Al Jazeera.

Dalam pernyataannya pada Selasa, mereka juga menyebut lebih dari 350 anggota Hizbullah tewas dalam rangkaian serangan tersebut.

Target yang diserang disebut mencakup bangunan militer, gudang senjata, hingga peluncur roket yang telah disiapkan untuk digunakan. Selain itu, berbagai infrastruktur lain yang terkait dengan Hizbullah turut menjadi sasaran.

Pihak militer "Israel" menegaskan akan terus melanjutkan operasi terhadap apa yang mereka sebut sebagai ancaman, sesuai arahan otoritas politik.

Operasi di Utara Litani

Media "Israel" melaporkan bahwa pasukan mereka melakukan operasi militer di wilayah utara Sungai Litani, termasuk di sekitar desa Zawtar al-Sharqiya, selama sekitar satu pekan.

Dalam operasi itu, sejumlah bentrokan dengan pejuang Hizbullah tak terhindarkan. Beberapa tentara "Israel" dilaporkan mengalami luka-luka.

Saluran Channel 14 bahkan menyebut sedikitnya delapan tentara terluka dalam tiga bentrokan di wilayah tersebut.

Selain itu, pasukan juga melakukan pekerjaan rekayasa militer di sekitar Sungai Litani guna membuka jalur bagi pergerakan kendaraan lapis baja dan infanteri di masa mendatang.

Di sisi lain, laporan media menyebut militer tengah mengembangkan strategi baru menghadapi drone Hizbullah, termasuk rencana membangun fasilitas produksi drone bersenjata.

Radio militer "Israel" melaporkan bahwa pasukan "Israel" melaksanakan operasi di utara Sungai Litani (Reuters)

Korban Sipil Berjatuhan

Sementara itu, kantor berita resmi Lebanon melaporkan sedikitnya enam orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat serangan udara "Israel" pada Selasa dini hari.

Serangan tersebut menghantam sebuah rumah warga di Kfardounin. Para korban kemudian dilarikan ke rumah sakit di Tyre.

Tak hanya itu, artileri "Israel" juga menggempur wilayah Mansouri dan Majdal Zoun. Serangan udara turut menyasar Sahmar di Bekaa Barat, hanya beberapa jam setelah peringatan evakuasi dikeluarkan.

Dalam perkembangan lain, pasukan "Israel" dilaporkan menyusup ke wilayah dekat Deir Mimas di Marjayoun, Provinsi Nabatieh. Mereka disebut meledakkan fasilitas pompa air yang menjadi sumber utama air bersih warga.

Evakuasi dan Serangan Balasan

Militer "Israel" juga mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di sejumlah desa di Lebanon selatan, termasuk Arzoun, Tayr Debba, Al-Bazourieh, dan Al-Housh.

Tak lama setelah itu, serangan udara kembali menghantam Zawtar al-Sharqiya, disertai tembakan artileri ke wilayah Jabshit.

Di pihak lain, Hizbullah menyatakan telah meluncurkan roket ke posisi "Israel" di dekat Sungai Deir Siryan. Mereka juga mengklaim berhasil menargetkan tank Merkava dengan rudal berpemandu di wilayah al-Bayyadah.

Sementara itu, militer "Israel" mengatakan telah mencegat satu target udara yang diluncurkan ke arah pasukan mereka.

Gencatan Senjata Kian Rapuh

Meski gencatan senjata antara "Israel" dan Hizbullah telah berlaku sejak 17 April lalu dan diperpanjang melalui pembicaraan tidak langsung di Washington, D.C., situasi di lapangan masih jauh dari stabil.

Serangan demi serangan terus terjadi, khususnya di wilayah selatan Lebanon, yang menyebabkan korban jiwa terus bertambah.

(Samirmusa/arrahmah.id)