TEL AVIV (Arrahmah.id) -- 'Menteri Pertahanan 'Israel', Israel Katz, pada hari Ahad (12/10/2025) mengatakan bahwa ia menginstruksikan tentara untuk mempersiapkan pembongkaran terowongan bawah tanah yang ia klaim digunakan oleh kelompok perlawanan Palestina Hamas di Jalur Gaza.
Dilansir The times of Israel (12/10), Katz menyebut pembongkaran tersebut sebagai "tantangan utama bagi 'Israel' setelah fase pemulangan para sandera," mengklaim bahwa pembongkaran tersebut akan dilakukan "langsung oleh IDF (tentara Israel) dan melalui mekanisme internasional yang akan dibentuk di bawah kepemimpinan dan pengawasan AS."
Menteri tersebut mengklaim bahwa pembongkaran terowongan merupakan "makna utama" dari demiliterisasi Gaza dan pelucutan senjata Hamas yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa 'Israel' dan Hamas telah menyetujui fase pertama dari rencana 20 poin yang ia susun pada 29 September untuk membawa gencatan senjata ke Gaza, membebaskan semua tawanan 'Israel' yang ditahan di sana dengan imbalan sekitar 2.000 tahanan Palestina, dan penarikan pasukan 'Israel' secara bertahap dari seluruh Jalur Gaza.
Fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada siang hari Jumat.
Pasukan 'Israel' menyelesaikan penarikan bertahap ke garis kuning, yang memicu waktu 72 jam untuk proses pertukaran.
Tahap kedua dari rencana tersebut menyerukan pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza tanpa partisipasi Hamas, pembentukan pasukan keamanan yang terdiri dari warga Palestina dan pasukan dari negara-negara Arab dan Islam, serta pelucutan senjata Hamas. (hanoum/arrahmah.id)
