Memuat...

Naim Qassem Tegas: “Kami Tidak Akan Tunduk”, Hizbullah Siap Lanjutkan Perang Melawan “Israel”

Samir Musa
Selasa, 12 Mei 2026 / 25 Zulkaidah 1447 21:06
Naim Qassem Tegas: “Kami Tidak Akan Tunduk”, Hizbullah Siap Lanjutkan Perang Melawan “Israel”
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Naim Qassem (Reuters)

BEIRUT (Arrahmah.id) – Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Naim Qassem, menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan menyerah dan akan terus melanjutkan perlawanan terhadap “Israel”.

Dalam pidato yang direkam dan disampaikan kepada para pejuang Hizbullah, Qassem menyebut bahwa pihaknya menghadapi apa yang ia sebut sebagai “agresi Israel-Amerika” yang bertujuan menundukkan Lebanon agar berada di bawah pengaruh “Israel Raya”.

Ia menegaskan dengan keras:

“Kami tidak akan tunduk, tidak akan menyerah, dan akan terus membela Lebanon serta rakyatnya. Berapa pun lamanya perang ini dan sebesar apa pun pengorbanan yang harus diberikan, itu lebih ringan daripada harga sebuah penyerahan.”

Qassem juga menegaskan bahwa urusan senjata, perlawanan, dan keputusan internal Lebanon tidak boleh dicampuri pihak luar, karena hal tersebut merupakan urusan kedaulatan nasional.

Menurutnya, isu tersebut tidak boleh dijadikan bagian dari tekanan maupun negosiasi dengan pihak musuh.

Ia juga menyinggung adanya pembahasan terkait kesepakatan Iran–Amerika Serikat yang diklaim dapat berpengaruh terhadap penghentian agresi di Lebanon, meskipun hal tersebut masih belum jelas secara politik.

Di sisi lain, Qassem menyerukan kepada pemerintah Lebanon agar tidak melanjutkan negosiasi langsung yang dinilainya hanya memberi keuntungan bagi “Israel”, dan menyebutnya sebagai “konsesi gratis”.

Namun ia tetap menegaskan bahwa proses diplomasi resmi tetap menjadi tanggung jawab negara Lebanon dalam menjaga kedaulatan.

Serangan Drone dan Situasi Medan Tempur

Di lapangan, Hizbullah disebut hampir setiap hari meluncurkan drone bermuatan bahan peledak ke posisi militer “Israel” di wilayah perbatasan selatan Lebanon.

Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas agresi militer “Israel” yang masih terus berlangsung di wilayah Lebanon.

Drone yang digunakan dilaporkan berbasis teknologi serat optik sehingga sulit dideteksi dan dicegat oleh sistem pertahanan udara “Israel”. Sejumlah analis militer “Israel” mengakui kesulitan dalam menghadapi ancaman tersebut.

Eskalasi di Lebanon Selatan

Sejak eskalasi konflik, “Israel” disebut telah melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon yang menewaskan dan melukai ribuan orang, serta menyebabkan lebih dari 1,6 juta warga mengungsi.

Meskipun sempat diumumkan adanya gencatan senjata, militer “Israel” tetap melakukan operasi di wilayah selatan Lebanon, termasuk penghancuran rumah dan infrastruktur sipil di sejumlah desa.

“Israel” berdalih bahwa operasi tersebut menargetkan infrastruktur militer Hizbullah, namun banyak wilayah sipil turut terdampak di lapangan.

Pendudukan yang Masih Berlanjut

“Israel” juga masih mempertahankan pendudukan di sejumlah wilayah Lebanon selatan, sebagian telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, dan sebagian lainnya diperluas dalam eskalasi terbaru konflik.

Dalam perkembangan terakhir, pasukan “Israel” dilaporkan telah masuk hingga sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah perbatasan Lebanon selatan.

(Samirmusa/arrahmah.id)