Memuat...

Panglima Militer Syiah Houtsi Tewas Dibunuh 'Israel'

Hanoum
Sabtu, 18 Oktober 2025 / 27 Rabiulakhir 1447 04:02
Panglima Militer Syiah Houtsi Tewas Dibunuh 'Israel'
Muhammad Abd Al Karim Al Ghamari. [Foto: Reuters]

SANAA (Arrahmah.id) -- Milisi Syia Houthi di Yaman menyatakan Kepala Staf Militer mereka, Muhammad Abd Al Karim Al Ghamari, tewas saat menjalankan tugasnya.

Al Ghamari merupakan pejabat tertinggi milisi Syiah Houthi. Tak lama setelah pengumuman Houthi pada Kamis (17/10/2025), 'Israel' mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan Al Ghamari.

Dalam pernyataannya, Houthi mengumumkan kematian Al Ghamaridan mengecam serangan brutal 'Israel' terhadap rakyat Yaman, kawasan permukiman, fasilitas ekonomi, dan infrastruktur sipil lainnya. Serangan-serangan itu, kata mereka, dihadapi dengan "kesabaran, keteguhan, dan ketahanan."

Kelompok tersebut menambahkan bahwa operasi yang dilakukan oleh pasukan darat dan laut Yaman merupakan kemenangan besar yang tidak akan terwujud tanpa dukungan, bimbingan, dan pengorbanan para pejuang seperti Al Ghamari.

Dalam laporan mereka, Houthi menyebut telah melancarkan 758 operasi militer dengan 1.835 amunisi, termasuk drone dan rudal, selama kampanye mereka.

Sementara itu, Pemimpin Houthi, Abdel-Malik Al Houthi, memuji peran besar Al Ghamari dalam operasi militer Yaman mendukung Gaza. Dalam pidato televisinya pada Kamis, ia mengatakan bahwa para pemimpin militer telah mempersembahkan diri mereka sebagai "pengorbanan kepada Tuhan" dalam sikap perlawanan yang tulus dan teguh.

Dikutip Al Jazeera (17/10/2025), Al Houthi menambahkan bahwa Yaman bertindak meski ada upaya Amerika Serikat untuk "mengisolasi rakyat Palestina". Setelah kematian AlGhamari, ia menegaskan bahwa para pemimpin dan pasukan Yaman lainnya akan "melanjutkan perjuangan".

Dalam pernyataannya, pihak Houthi juga menegaskan bahwa konflik dengan Israel belum berakhir. Israel, kata mereka, "akan menerima hukuman yang setimpal atas kejahatan yang telah dilakukannya."

Pada Agustus lalu, 'Israel' menyatakan telah menargetkan sejumlah tokoh senior Houthi, termasuk Al Ghamari, dalam serangan udara di ibu kota Sanaa yang menewaskan perdana menteri pemerintahan Houthi serta beberapa menteri lainnya.

Menteri Pertahanan 'Israel' Israel Katz mengatakan bahwa Al Ghamari tewas akibat serangan udara 'Israel'.

Melalui unggahan di media sosial, Katz menegaskan kembali bahwa Al Ghamari tewas akibat serangan 'Israel', seraya menambahkan, "Kami akan melakukan hal yang sama terhadap setiap ancaman di masa depan."

Kematian Al Ghamari terjadi enam hari setelah gencatan senjata rapuh yang didukung Amerika Serikat antara 'Israel' dan Hamas di Gaza.

Gencatan senjata tersebut menghentikan agresi brutal Israel selama dua tahun terakhir di Gaza yang telah menewaskan hampir 68.000 warga Palestina.

Sejak Israel melancarkan agresi di Gaza pada Oktober 2023, kelompok Houthi telah melakukan serangan drone dan rudal terhadap negara Zionis itu sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina. Mereka juga menargetkan kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah.
(hanoum/arrahmah.id)