IDLIB (Arrahmah.id) -- Ribuan warga turun ke jalan di Idlib dan sejumlah wilayah di Suriah utara dalam protes besar menuntut pembebasan tawanan politik dan sipil yang ditahan di penjara pemerintah serta di pusat penahanan lainnya. Demonstrasi itu berlangsung damai tetapi penuh semangat, dengan peserta memegang spanduk dan meneriakkan slogan menuntut keadilan dan kebebasan bagi para tahanan.
Dilansir Hawar News Agency (28/2/2026), warga yang memprotes menyatakan kekecewaan atas kondisi yang menurut mereka sewenang‑wenang di berbagai penjara di Suriah, termasuk penahanan tanpa dakwaan yang jelas serta perlakuan keras terhadap tahanan politik, aktivis, dan warga sipil yang ditangkap selama konflik panjang di negara itu. Demonstran membawa foto‑foto para tahanan dan meneriakkan tuntutan, “Bebaskan tawanan sekarang!” dalam sejumlah aksi yang dilaporkan berlangsung di Idlib, Aleppo, dan daerah sekitarnya.
Hawar News Agency melaporkan bahwa unjuk rasa di Idlib menarik peserta dari berbagai latar belakang, termasuk keluarga tahanan, aktivis sipil, anggota kelompok Hizbut Tahrir, dan kelompok masyarakat lokal yang menyatakan bahwa penahanan berkepanjangan menambah penderitaan keluarga di tengah masa pemulihan konflik. Beberapa demonstran menyerukan agar penahanan politik dihentikan dan hak asasi tahanan dihormati sesuai hukum internasional.
Organisasi‑organisasi hak asasi internasional, seperti Human Rights Watch dan Amnesty International, sebelumnya telah mengkritik praktik penahanan di Suriah, khususnya terkait penahanan tanpa proses hukum yang jelas, dugaan penyiksaan di pusat penahanan, dan kurangnya akses pengacara atau kunjungan keluarga. Laporan‑laporan tersebut memuat dokumentasi kasus pelanggaran HAM yang meluas di berbagai fasilitas penahanan sejak awal konflik tahun 2011.
Protes semacam ini bukan fenomena tunggal. Selama bertahun‑tahun, kelompok sipil dan aktivis di Suriah telah mengadakan aksi serupa untuk menarik perhatian dunia terhadap nasib para penahan politik dan sipil — sebuah isu yang terus menjadi fokus bagi komunitas internasional dan organisasi HAM. (hanoum/arrahmah.id)
