Memuat...

Serangan 'Israel' di Doha, Hamas Umumkan Nama-nama Syuhada

Zarah Amala
Rabu, 10 September 2025 / 18 Rabiulawal 1447 09:30
Serangan 'Israel' di Doha, Hamas Umumkan Nama-nama Syuhada
Anggota Biro Politik Hamas, Suhail al-Hindi (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Anggota Biro Politik Hamas, Suhail al-Hindi, mengungkapkan bahwa para pemimpin gerakan berhasil selamat dari upaya pembunuhan yang dilancarkan 'Israel' pada Selasa (9/9/2025) di ibu kota Qatar, Doha. Di antara yang selamat adalah Khalil al-Hayya, Kepala Biro Politik Hamas, dan Zaher Jabarin, pimpinan Hamas di Tepi Barat.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, al-Hindi menegaskan bahwa serangan itu menargetkan sebuah pertemuan internal Hamas yang tengah membahas proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat terkait perang di Gaza. Serangan tersebut menewaskan Humam al-Hayya, putra Khalil al-Hayya, serta Jihad Lubad, direktur kantornya.

Ia juga menyebut bahwa kontak terputus dengan sejumlah orang yang hadir dalam pertemuan, termasuk Mu’min Hassouna, Abdullah Abdul Wahed, dan Ahmad Abdul Malik, sementara nasib beberapa lainnya belum dapat dipastikan.

Menurut al-Hindi, pertemuan itu juga dihadiri oleh sejumlah tokoh senior Hamas lainnya, namun mereka berhasil selamat. Ia menegaskan bahwa serangan ini bukan hanya menargetkan Hamas atau Qatar, melainkan seluruh manusia merdeka di dunia.

Al-Hindi menilai bahwa serangan yang terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump berbicara soal usulan baru menunjukkan bahwa Washington telah memberi lampu hijau bagi 'Israel'. Menurutnya, hal ini akan membawa dampak serius bagi proses perdamaian.

Ia menyerukan kepada dunia bebas untuk mengambil sikap tegas terhadap percobaan pembunuhan terhadap pihak yang sedang bernegosiasi menghentikan perang. Al-Hindi juga meminta negara-negara Arab agar tidak berhenti pada sekadar kecaman dan pernyataan formal, tetapi mengambil langkah nyata yang mencerminkan tanggung jawab mereka.

“Kami Tidak Akan Menyerah”

Al-Hindi menegaskan bahwa Palestina adalah isu seluruh bangsa Arab dan umat Islam. Ia menyerukan kepada dunia agar berkata kepada Netanyahu dan pemerintahannya, serta kepada Trump dan Washington: “Cukup sudah.”

Menurutnya, 'Israel' ingin membunuh perundingan dan setiap upaya untuk menghentikan perang, demi melanjutkan rencana menghancurkan rakyat Palestina baik di Gaza maupun Tepi Barat.

Ia menambahkan, Netanyahu ingin mempertahankan posisinya sebagai pemimpin 'Israel' dengan “menggila” di Gaza, Tepi Barat, Yerusalem, Suriah, Iran, bahkan di seluruh dunia. Namun, kata al-Hindi, rakyat Palestina tidak akan menyerahkan senjata mereka, dan akan terus melawan pendudukan meski seluruh pemimpinnya terbunuh.

“Kami bukan pencari perang, tapi kami tidak akan berhenti sampai tanah kami merdeka. Darah para syuhada ini akan sampai kepada penjajah yang kriminal,” tegasnya.

Al-Hindi menutup dengan menegaskan bahwa 'Israel', dengan dukungan penuh Amerika, berusaha menghapus rakyat Palestina dari peta sejarah. “Tapi itu tidak akan pernah terjadi. Perlawanan tidak akan pernah mengibarkan bendera putih,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak militer 'Israel' mengklaim bahwa mereka telah menyerang markas Hamas di Doha, sementara sumber Hamas mengatakan bahwa yang menjadi target sebenarnya adalah delegasi perundingan Hamas yang sedang membahas usulan gencatan senjata Trump. (zarahamala/arrahmah.id)