Memuat...

Soroti Bencana Karhutla, Sejumlah Publik Figur Mengaku Kena Pembatasan Akun hingga Shadowban di Media Sosial

Ameera
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 21:32
Soroti Bencana Karhutla, Sejumlah Publik Figur Mengaku Kena Pembatasan Akun hingga Shadowban di Media Sosial
Soroti Bencana Karhutla, Sejumlah Publik Figur Mengaku Kena Pembatasan Akun hingga Shadowban di Media Sosial

JAKARTA (Arrahmah.id) — Sejumlah publik figur Tanah Air turut menyuarakan keprihatinan mereka terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini tengah melanda berbagai daerah di Indonesia.

Namun, di tengah upaya mereka menyebarkan informasi serta mengajak masyarakat untuk peduli, muncul keluhan mengenai penurunan jangkauan konten di media sosial hingga dugaan pembatasan akun atau yang dikenal dengan istilah shadowban.

Deretan figur publik seperti Wendi Cagur, Hesti Purwadinata, Tasya Farasya, hingga Ustaz Adi Hidayat menjadi beberapa nama yang secara terbuka menyinggung persoalan tersebut.

Wendi mengaku menyadari jangkauan Instagram Story miliknya yang berisi unggahan ulang informasi karhutla terasa semakin terbatas.

Hal senada disampaikan beauty influencer Tasya Farasya yang membandingkan penurunan signifikan jumlah penonton unggahannya sebelum dan sesudah bersuara mengenai isu karhutla.

Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat bahkan mengungkapkan bahwa akun yang digunakannya untuk membahas isu karhutla sempat terkena pemblokiran sementara (banned).

Sebagai salah satu publik figur yang aktif menyuarakan karhutla di Kalimantan, Papua, dan Sumatera, komedian Wendi Cagur menyampaikan keresahannya terkait pembatasan akses tersebut.

Ia menyadari penurunan jangkauan unggahannya terjadi sejak ia ikut gencar membagikan informasi mengenai kondisi karhutla di berbagai daerah.

Keresahan itu ia tuangkan melalui sebuah unggahan media sosial dengan latar suara musik Pesta Babi pada Senin (19/10/2026).

Dalam keterangan unggahannya, Wendi mempertanyakan mengapa informasi penting mengenai karhutla seolah dipersulit untuk menjangkau pengguna lain.

Ia mengungkapkan bahwa sejak ia mulai speak up mengenai karhutla, akses pengguna lain untuk melihat unggahan ulang di Instastory-nya perlahan dibatasi secara ketat.

Wendi menegaskan bahwa aksinya bersuara merupakan bentuk kepedulian tulus terhadap kondisi lingkungan yang kini menjadi perhatian utamanya.

Ia juga membandingkan dugaan pembatasan jangkauan isu lingkungan ini dengan maraknya konten serta komentar perjudian online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang justru masih sangat mudah ditemukan di media sosial tanpa hambatan.

Kendati menyinggung dugaan pembatasan jangkauan tersebut, unggahan Wendi dan rekan-rekan publik figur lainnya merupakan bentuk keresahan atas dinamika platform digital, meski belum menjadi bukti teknis bahwa akun mereka secara resmi terkena status shadowban oleh pihak penyedia layanan.

Di akhir keterangannya, Wendi tetap mengajak seluruh masyarakat dan pengguna media sosial untuk tidak menyerah serta terus menyuarakan kepedulian terhadap bencana karhutla hingga penanganan di lapangan benar-benar tuntas.

(ameera/arrahmah.id)