Memuat...

Soroti Karhutla, Mahasiswa di Makassar Unjuk Rasa

Ameera
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 19:44
Soroti Karhutla, Mahasiswa di Makassar Unjuk Rasa
Soroti Karhutla, Mahasiswa di Makassar Unjuk Rasa

MAKASSAR (Arrahmah.id) — Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menggelar aksi unjuk rasa di pertigaan Jalan AP Pettarani-Letjen Hertasning, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa (20/10/2026).

Dalam aksi tersebut, mereka menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai belum maksimal di bawah kepemimpinan pemerintah saat ini.

Guna menyampaikan aspirasinya, massa mahasiswa memblokade jalan, membakar ban bekas, serta menguasai sebuah mobil tronton untuk dijadikan sebagai mimbar orasi.

Aksi penutupan jalan ini memicu kemacetan panjang arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Massa juga membentangkan spanduk besar bertuliskan "Evaluasi 2 tahun Prabowo-Gibran: Gagal Total Menangani Karhutla!".

Situasi demonstrasi sempat memanas ketika puluhan personel kepolisian dengan perlengkapan pengamanan lengkap tiba di lokasi untuk menertibkan jalannya aksi.

Mahasiswa dan aparat sempat saling berhadapan hingga berujung aksi saling dorong. Meski situasi memanas, massa GAM tetap bertahan untuk menyampaikan tuntutan mereka terkait penanganan karhutla yang dinilai membutuhkan langkah konkret serta penegakan hukum tegas terhadap individu maupun korporasi pelaku pembakaran.

Jenderal Lapangan GAM, Fahrul Fajri, menegaskan dalam orasinya bahwa persoalan karhutla tidak boleh dipandang sebagai masalah yang berdiri sendiri.

Menurutnya, terdapat celah pada regulasi yang lemah serta minimnya keberanian aparat penegak hukum untuk menangkap dan mencegah oknum-oknum yang melakukan pembakaran hutan secara semena-mena.

Senada dengan hal itu, Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, turut menyinggung pernyataan Kapolri mengenai 98 laporan polisi terkait karhutla yang diklaim telah naik ke tahap penyidikan.

Ia menuntut kepolisian memberikan kejelasan serta transparansi kepada masyarakat mengenai identitas individu maupun korporasi yang diduga terlibat di balik bencana tersebut demi memastikan kepastian hukum.

Dalam unjuk rasa tersebut, GAM membawa empat tuntutan utama kepada pemerintah.

Mereka mendesak pemerintah segera mengatasi karhutla di berbagai wilayah Indonesia, meminta aparat mencabut izin korporasi yang terbukti membakar hutan, menuntut penyelesaian kelangkaan minyak dan gas (migas) di wilayah terdampak, serta mendesak Presiden Prabowo untuk mengevaluasi jajaran kabinetnya.

Aksi ini ditutup dengan peringatan tegas dari mahasiswa agar pemerintah segera menunjukkan tindakan nyata.

GAM mengingatkan Presiden Prabowo untuk segera menyelesaikan persoalan penanganan karhutla dan penegakan hukum lingkungan sebelum melangkahkan kakinya di tanah Sulawesi Selatan.

(ameera/arrahmah.id)