Memuat...

Viral Pasang Kain Mirip Bendera "Israel" di Halaman Rumah

Ameera
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 19:23
Viral Pasang Kain Mirip Bendera "Israel" di Halaman Rumah
Viral Pasang Kain Mirip Bendera "Israel" di Halaman Rumah

LAMONGAN (Arrahmah.id) — Pemerintah Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, mengambil tindakan tegas dengan menurunkan kain bergambar menyerupai bendera "Israel" yang terpasang di halaman rumah salah seorang warga pada Selasa (20/10/2026).

Langkah penertiban ini dilakukan setelah foto dan video keberadaan kain tersebut viral di media sosial dan memicu keresahan warga sekitar.

Penurunan kain tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Desa Made Khabbib Yaumiddin, bersama Penjabat (Pj) Kepala Desa Made

Suryo, serta Babinsa Desa Made Nurhadi. Selain menurunkan kain yang meresahkan tersebut, petugas juga bergerak bersamasama menghapus gambar serupa yang terlukis di sejumlah bagian dinding rumah.

Tidak hanya gambar menyerupai bendera negara "Israel", dinding bangunan rumah tersebut juga dipenuhi simbol segitiga dengan satu mata yang dilukis menggunakan cat.

Keberadaan berbagai simbol unik dan kontroversial itu mendadak menjadi sorotan publik begitu dokumentasinya tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Sekretaris Desa Made, Khabbib Yaumiddin, mengungkapkan bahwa aksi serupa sebenarnya sempat terjadi di masa lalu.

Kala itu, warga sekitar sudah pernah membantu menurunkan dan membersihkan gambar-gambar tersebut saat menggelar aksi kerja bakti lingkungan karena dinilai meresahkan masyarakat.

Khabbib menjelaskan bahwa pemilik rumah tersebut saat ini tinggal seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Ia membeberkan bahwa yang bersangkutan memang mengalami gangguan kejiwaan, namun tidak memiliki riwayat mengamuk dan cenderung berkepribadian pendiam.

Pola berekspresinya sehari-hari lebih banyak dituangkan melalui tulisan serta gambar-gambar di sekitar kediamannya.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Made, Suryo, mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali di wilayahnya.

Ia berharap tidak ada lagi pemasangan simbol-simbol sensitif demi menjaga kondusivitas, keamanan, serta ketenteraman lingkungan warga Desa Made ke depannya.

(ameera/arrahmah.id)