SAMARA (Arrahmah.id) -- Seorang streamer asal Samara, Rusia, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah melontarkan hinaan vulgar terhadap umat Islam, Al Quran, dan warga keturunan Kaukasus saat melakukan siaran langsung.
Menurut laporan Caucasian Knot (20/10/2026), video permintaan maaf tersebut diunggah oleh akun Instagram chpdagestana. Dalam rekaman sebelumnya, pria itu terdengar melontarkan kata-kata kasar yang menyinggung kitab suci umat Islam, pemeluk agama Islam, serta anggota keluarga mereka yang telah meninggal dunia. Ia mengaku telah melakukan penghinaan serupa selama sekitar enam tahun tanpa pernah mendapat hukuman.
Dalam video permintaan maaf yang beredar, pria tersebut terlihat duduk di tanah dengan darah di wajahnya. Ia memohon agar dimaafkan dan menyatakan bahwa dirinya tidak berhak menyinggung hal-hal yang dianggap suci. Namun, setelah percakapan singkat dengan seseorang di luar kamera, dua orang lainnya terlihat memukul dan menendangnya, termasuk ke bagian wajah dan tubuh.
Unggahan akun chpdagestana menyebut permintaan maaf itu ditujukan kepada umat Islam dan warga republik-republik Kaukasus. Menurut keterangan dalam unggahan tersebut, pria itu berulang kali melakukan siaran langsung dengan pernyataan menghina demi memperoleh tanda suka (likes) dan perhatian.
Hingga pukul 10.45 waktu Moskow pada 20 Oktober, unggahan tersebut telah memperoleh 389 tanda suka dan 147 komentar, dengan mayoritas komentar yang dilaporkan mengecam penghinaan terhadap agama dan masyarakat Kaukasus.
Insiden ini terjadi di tengah berulangnya kasus permintaan maaf terbuka oleh warga Rusia setelah melontarkan penghinaan terhadap masyarakat Kaukasus Utara.
Pada awal Oktober, Caucasian Knot juga melaporkan seorang streamer asal Moskow yang meminta maaf kepada warga Chechnya setelah sebelumnya melontarkan hinaan.
Dalam kasus tersebut, sejumlah pengamat memperdebatkan praktik permintaan maaf di depan publik, terutama ketika disertai tindakan berlutut atau bentuk penghinaan terhadap pelaku. (hanoum/arrahmah.id)
