Memuat...

Tentara AS Ditembak di Gedung Putih, Pelaku Pernah jadi Kolaborator di Afghanistan

Hanoum
Jumat, 28 November 2025 / 8 Jumadilakhir 1447 05:11
Tentara AS Ditembak di Gedung Putih, Pelaku Pernah jadi Kolaborator di Afghanistan
Rahmanullah Lakanwal. [Foto: Newsx]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Dua tentara garda nasional Amerika Serikat (AS) ditembak saat berada di dekat Gedung Putih, Washington.
Insiden itu terjadi Rabu (26/11/2025), dan kedua tentara tersebut dilaporkan berada dalam kondisi kritis. Pelaku penembakan diduga seorang warga negara Afghanistan.

Presiden AS Donald Trump menyebut penembakan terhadap Sarah Beckstrom (20) dan Andrew Wolfe (24) sebuah aksi yang kejam, aksi kebencian dan juga teror.

“Itu merupakan kejahatan terhadap seluruh negara kita,” tutur Trump dikutip dari ABC News (27/11).

Terduga yang bernama Rahmanullah Lakanwal dilaporkan pernah membantu menjaga pasukan AS di bandara Kabul saat ribuan orang bergegas melarikan diri dari Afghanistan sebelum Taliban mengambil alih kekuasaan, kata seorang mantan komandan militer kepada BBC.

Ayah lima anak ini telah direkrut ke Unit 03 Pasukan Serang Kandahar, sembilan tahun sebelumnya.

Unitnya dikenal secara lokal sebagai Pasukan Kalajengking, yang awalnya beroperasi di bawah CIA tetapi akhirnya untuk departemen intelijen Afghanistan yang dikenal sebagai Direktorat Keamanan Nasional.

Lakanwal adalah seorang spesialis pelacak GPS, mantan komandan tersebut mengatakan kepada BBC, menggambarkannya sebagai pria yang sportif dan periang.

Seluruh unitnya dipindahkan dari Kandahar ke Kabul lima hari sebelum Taliban memasuki ibu kota. Mereka terus melindungi bandara selama enam hari berikutnya, sebelum mereka juga diterbangkan ke AS.

Setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada tahun 2021, pemerintahan Biden—dengan dukungan bipartisan—menciptakan sebuah program bernama Operasi Allies Welcome yang memungkinkan sekitar 77.000 warga Afghanistan memasuki AS dengan perlindungan imigrasi khusus.

Program ini berlangsung selama sekitar satu tahun setelah penarikan pasukan AS.

Lakanwal (29) termasuk di antara mereka yang memasuki AS melalui program ini, dan dibebaskan bersyarat ke AS atas dasar kemanusiaan pada tahun 2021, lapor CBS, mitra berita BBC di AS.

Mekanisme tersebut merupakan mekanisme utama yang digunakan pemerintahan Biden untuk membawa warga Afghanistan ke AS.

Lakanwal kemudian mengajukan suaka pada tahun 2024. Permohonannya dikabulkan awal tahun ini, lapor CBS.

Namun, permintaan Lakanwal untuk kartu hijau, yang terkait dengan pemberian suaka, masih tertunda, ungkap seorang pejabat Keamanan Dalam Negeri kepada CBS.

"Pemerintahan Biden membenarkan membawa terduga penembak ke Amerika Serikat pada September 2021 karena pengalamannya sebelumnya dengan Pemerintah AS, termasuk CIA, sebagai anggota pasukan mitra di Kandahar, yang berakhir tak lama setelah evakuasi yang kacau," ujar Direktur CIA John Ratcliffe dalam sebuah pernyataan kepada CBS.

Penembakan terhadap anggota Garda Nasional tersebut "ditargetkan", kata Pirro, seraya menambahkan bahwa Lakanwal mengendarai mobilnya melintasi negara dari tempat tinggalnya di Bellingham, Washington, ke Washington DC untuk melakukan serangan ini.

Para pejabat saat ini sedang meninjau riwayat imigrasinya dan bagaimana ia diperiksa sebelum datang ke AS, tambahnya. (hanoum/arrahmah.id)