NEW YORK (Arrahmah.id) - Investigasi harian Amerika Serikat The Wall Street Journal (WSJ) membongkar bahwa badan keamanan 'Israel' telah menyusun daftar target pembunuhan dan penangkapan massal yang menyasar ribuan warga Palestina di Jalur Gaza. Mereka dituduh terlibat dalam peristiwa operasi Banjir Al-Aqsha pada 7 Oktober 2023 lalu.
Laporan tersebut menyatakan bahwa ratusan warga Palestina dalam daftar tersebut telah menjadi sasaran operasi militer lewat pemanfaatan teknologi pengawasan canggih dan perangkat lunak pengenal wajah (face recognition). Langkah ini dinilai banyak pihak didorong oleh motif balas dendam, di mana gelombang pemburuannya diproyeksikan akan terus berlanjut bahkan setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai pada Oktober lalu.
Otoritas 'Israel' berdalih bahwa kampanye eliminasi ini bertujuan memberikan efek jera agar warga Palestina tidak bergabung dengan faksi perlawanan bersenjata. Sebaliknya, para pakar hukum internasional memperingatkan bahwa langkah sepihak ini justru akan memicu dampak buruk yang kontraproduktif, terutama di tengah absennya jalur resolusi politik untuk menyelesaikan isu Palestina. (zarahamala/arrahmah.id)
