Memuat...

"Israel" Cegat Flotilla Sumud ke Gaza, 100 Aktivis Ditangkap Termasuk dari Indonesia

Samir Musa
Senin, 18 Mei 2026 / 2 Zulhijah 1447 21:49
"Israel" Cegat Flotilla Sumud ke Gaza, 100 Aktivis Ditangkap Termasuk dari Indonesia
Momen saat salah satu kapal Global Sumud Flotilla dikuasai di lepas pantai Siprus (Al Jazeera)

TEL AVIV (Arrahmah.id) — Pasukan elit angkatan laut "Israel" dilaporkan mulai mengambil alih kapal-kapal yang tergabung dalam “Global Sumud Flotilla” yang berlayar dari Turki menuju Jalur Gaza, Senin (18/5/2026), dikutip dari Al Jazeera.

Media "Israel" menyebutkan bahwa operasi penyergapan dilakukan di perairan internasional dekat Siprus, ratusan kilometer dari tujuan akhir armada tersebut. Kanal 12 "Israel" melaporkan bahwa proses pengambilalihan berlangsung cepat, dengan para aktivis dipindahkan ke kapal militer.

Seorang pejabat "Israel" mengatakan pendekatan kali ini bersifat “ofensif”, dan tidak akan ada toleransi terhadap upaya pengiriman bantuan melalui jalur laut.

Perdana Menteri "Israel" Benjamin Netanyahu dalam percakapan dengan komandan unit elit angkatan laut menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan menggagalkan “rencana berbahaya untuk menembus blokade terhadap pejuang Hamas di Gaza.”

Sumber dari pihak flotilla menyebutkan sedikitnya 10 kapal telah dicegat, sementara kontak dengan beberapa kapal lainnya terputus. Hingga kini, sekitar 100 peserta dilaporkan telah ditahan.

Operasi Berlangsung Terkoordinasi

Menurut laporan, Netanyahu tengah melakukan evaluasi situasi bersama pimpinan keamanan "Israel". Ia juga dijadwalkan mengunjungi markas angkatan laut untuk memantau langsung jalannya operasi.

Pihak kementerian luar negeri "Israel" menegaskan bahwa Tel Aviv tidak akan mengizinkan pelanggaran terhadap blokade laut Gaza, dan mendesak seluruh kapal untuk berbalik arah.

Sementara itu, media "Israel" lainnya menyebutkan bahwa target utama hari ini adalah menguasai kapal-kapal besar yang memimpin armada, yang jumlahnya mencapai sekitar 20 unit.

Di sisi lain, penyelenggara flotilla menyatakan bahwa kapal mereka dicegat oleh militer "Israel" dan pasukan bersenjata naik ke atas kapal secara terbuka. Mereka menuntut adanya jalur aman bagi misi yang mereka sebut sebagai misi kemanusiaan dan damai.

Momen pencegatan kapal-kapal yang tergabung dalam Flotilla Sumud hari ini, Senin (Al Jazeera)

Kecaman Internasional

Gerakan Hamas mengecam keras tindakan tersebut, menyebutnya sebagai “aksi teror dan pembajakan laut.” Mereka juga menyerukan agar para pemimpin "Israel" diadili atas pelanggaran hukum internasional serta menuntut pembebasan seluruh aktivis.

Pemerintah Turki turut mengecam operasi tersebut, menyebutnya sebagai tindakan pembajakan di perairan internasional. Ankara menegaskan bahwa tindakan intimidatif "Israel" tidak akan menghentikan solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina.

Turki juga mendesak pembebasan segera para aktivis tanpa syarat dan meminta komunitas internasional mengambil sikap tegas terhadap tindakan "Israel".

Aktivis Dibawa ke Ashdod

Menurut laporan, para aktivis yang ditahan akan dibawa ke kapal militer yang difungsikan sebagai “penjara terapung”, sebelum dipindahkan ke pelabuhan Ashdod.

Namun demikian, sumber dari dalam flotilla menegaskan bahwa pencegatan terhadap sebagian kapal tidak akan menghentikan misi keseluruhan untuk mencapai Gaza.

https://www.youtube.com/live/YPCj3GbQbmE?si=VN3ASyY6ZMtYcGct

Latar Belakang dan Ketegangan

Armada “Global Sumud Flotilla” terdiri dari 54 kapal yang berangkat dari Marmaris, Turki, dengan membawa aktivis dari puluhan negara. Mereka mengklaim bertujuan menembus blokade Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan.

"Israel", di sisi lain, menganggap misi tersebut sebagai provokasi dan bersikeras bahwa bantuan harus disalurkan melalui jalur resmi.

Ketegangan ini mengingatkan pada insiden flotilla sebelumnya, termasuk peristiwa Mavi Marmara tahun 2010 yang berujung bentrokan mematikan.

Hingga saat ini, situasi di laut masih berkembang, dengan kemungkinan operasi akan terus berlangsung hingga seluruh kapal dalam armada berhasil dikuasai.

(Samirmusa/arrahmah.id)