BOGOR (Arrahmah.id) - Kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina tidak hanya diwujudkan melalui penggalangan donasi dan bantuan logistik.
Aqsa Working Group (AWG) bersama Masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur, Bogor, menghadirkan pendekatan berbeda melalui olahraga, edukasi, pelestarian budaya, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berbagai kegiatan tersebut dikemas dalam Festival Baitul Maqdis untuk memperingati Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026. Acara ini berlangsung di pelataran Masjid Darussalam Kota Wisata, Ahad (8/11/2026).
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Solidarity Run for Palestine. Kegiatan lari solidaritas tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai kelompok usia. Jumlah itu melampaui target awal panitia yang sebelumnya hanya menargetkan 1.000 peserta.
Ketua Panitia BSP 2026, Yusuf Maulana, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperluas keterlibatan masyarakat dalam menyuarakan kepedulian terhadap Palestina.
Menurutnya, solidaritas kemanusiaan tidak harus diwujudkan melalui satu bentuk kegiatan tertentu, melainkan dapat disampaikan melalui berbagai aktivitas yang melibatkan banyak kalangan.
"Kepedulian tidak harus diwujudkan melalui satu bentuk aksi, tetapi dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak kalangan," ujar Yusuf.
Angkat Peran Perempuan dan Budaya Palestina
Selain kegiatan olahraga, Festival Baitul Maqdis juga menghadirkan talkshow bertajuk 'Perempuan dan Baitul Maqdis: Peran, Keteguhan, dan Solidaritas'.
Diskusi tersebut membahas pentingnya peran perempuan, khususnya ibu, dalam menanamkan nilai keimanan dan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan global kepada anak-anak sejak dini.
Sejumlah aktivis dan figur publik turut menjadi pembicara, di antaranya Ita Muswita, Annisa Theresia, Marsha Chikita Fawzi, dan Farida Thalib.
Yusuf menilai, penguatan wawasan para ibu mengenai persoalan Palestina merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Mempersiapkan para ibu agar memiliki wawasan dan kepedulian terhadap Palestina merupakan langkah penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang memiliki komitmen terhadap pembebasan Baitul Maqdis dan kemerdekaan Palestina," jelasnya.
Festival ini juga menghadirkan Palestine Tatreez Workshop, yakni lokakarya seni sulam tradisional khas Palestina.
Menariknya, penyelenggara menghadirkan langsung Haneen Abu Shammala, perempuan asal Jabalia, Gaza Utara, untuk memperkenalkan seni sulam Tatreez kepada para peserta.
Dalam lokakarya tersebut, Tatreez diperkenalkan bukan sekadar sebagai karya kerajinan tekstil, melainkan juga sebagai bagian dari identitas budaya, sejarah, dan warisan masyarakat Palestina.
Dorong UMKM dan Hadirkan Edukasi Virtual Reality
Tidak hanya berfokus pada olahraga dan budaya, Festival Baitul Maqdis juga memberikan ruang bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Palestine Solidarity Bazaar.
Kegiatan bazar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 8 dan 22 November 2026. Ajang ini menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Pengunjung juga dapat mengikuti pengalaman edukasi menggunakan teknologi 3D Virtual Reality Palestine. Teknologi tersebut menghadirkan gambaran mengenai kondisi Baitul Maqdis melalui pengalaman visual virtual.
Selain itu, tersedia kegiatan bakti sosial berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari remaja, ibu hamil, hingga lanjut usia.
Ketua Yayasan Darussalam Kota Wisata, Nofil Anoverta, mengatakan kolaborasi antara pihaknya dan AWG yang telah berlangsung selama empat tahun merupakan bentuk komitmen menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Menurut Nofil, fungsi masjid tidak semestinya terbatas sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban, persaudaraan, pendidikan, dan gerakan sosial kemanusiaan.
Kegiatan tahun ini juga bertepatan dengan delapan tahun perjalanan Maemuna Center Indonesia, lembaga yang selama ini konsisten mengawal isu perempuan dan anak.
"Karena kepedulian tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan. Jarak boleh memisahkan, tetapi kemanusiaan dan persaudaraan tidak boleh kehilangan makna," tandas Nofil.
Melalui Festival Baitul Maqdis, AWG dan Masjid Darussalam Kota Wisata berharap solidaritas terhadap Palestina dapat tumbuh melalui berbagai ruang partisipasi masyarakat. Mulai dari olahraga, pendidikan, pelestarian budaya, hingga kegiatan sosial dan ekonomi, seluruhnya menjadi bagian dari upaya menjaga kepedulian terhadap perjuangan rakyat Palestina.
(ameera/arrahmah.id)
