BAKU (Arrahmah.id) -- Sedikitnya tiga ibu siswi berjilbab di Azerbaijan dilaporkan ditahan polisi setelah memprotes anak perempuan mereka dilarang masuk sekolah karena mengenakan jilbab. Laporan itu muncul pada Sabtu (7/11/2026) di tengah aturan seragam sekolah baru yang dinilai membatasi jilbab.
Dilansir DOAM (7/11), Nübar Hasanova, ibu seorang siswi berusia 15 tahun yang ditolak masuk sekolah karena jilbab, ditangkap polisi berpakaian preman saat memprotes dan mencoba membawa putrinya ke kelas. Nergizhanım Mammadova, yang putrinya disebut dikeluarkan dari kelas dan dibawa ke psikolog agar melepas jilbab, juga ada di antara para ibu yang ditahan. Çinare Dergahova, ibu murid kelas empat, ditahan setelah video protesnya dihapus dengan janji anaknya boleh masuk kelas.
Penahanan ini terjadi setelah ketegangan soal jilbab di sekolah meningkat. Kementerian Pendidikan mulai menerapkan aturan seragam baru pada Senin pertengahan Oktober dengan menolak siswi berjilbab, menurut BBC.
Aturan itu, yang disetujui Kabinet Menteri pada 21 September, melarang pakaian yang dianggap melanggar ketentuan seragam atau bertentangan dengan prinsip pendidikan sekuler. Jilbab tidak disebut secara eksplisit sehingga sekolah menafsirkannya sendiri, menurut RFE/RL. Azerbaijan secara konstitusi negara sekuler dan pemerintah menegakkannya dengan ketat.
Protes bermunculan di Baku dan sejumlah wilayah selatan seperti Masally dan Jalilabad, kejadian langka di negara itu. Kementerian Dalam Negeri menyatakan menahan 37 orang karena mengganggu ketertiban umum dalam protes, menurut The New Arab.
Pengadilan di Sumgayit memerintahkan tindakan pencegahan dua bulan terhadap seorang perempuan bernama Turan setelah ia memprotes pembatasan jilbab di Khirdalan. The New Arab juga melaporkan seorang ibu ditangkap pada Rabu setelah memprotes di luar sekolah di Baku tempat putrinya ditolak masuk sehari sebelumnya. Aktivis Ilkin Huseynov, yang meluncurkan platform daring “Let Leyli Go to School” untuk siswi yang dilarang masuk kelas, dilaporkan hilang kontak dengan teman-temannya setelah itu. (hanoum/arrahmah.id)
