KABUL (Arrahmah.id) -- Juru bicara Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA), Zabihullah Mujahid, menyatakan pada Sabtu (7/11/2026) bahwa Afghanistan telah bersih dari kelompok militan Islamic State (ISIS), dan menuduh Pakistan menjadi tempat persembunyian aman bagi kelompok itu. Pakistan sebelumnya menolak tuduhan serupa sebagai sama sekali tidak berdasar.
Dilansir Afghanistan International (7/11), Mujahid mengatakan Pakistan menjadi tempat berlindung bagi sejumlah individu yang mengancam keamanan kawasan, dan menuduh ISIS dipelihara serta didukung di Pakistan. Ia menyebut pasukan IIA melawan kelompok itu secara tegas dan mencapai hasil signifikan.
Menurut media India Newsvibes, Mujahid menyatakan anggota ISIS memakai wilayah Pakistan, mendapat pelatihan, dan didukung di sana, serta berusaha mengacaukan Afghanistan. Ia juga menyebut ISIS Khurasan (ISKP) sudah bersih dari Afghanistan.
Pakistan membalas dengan tuduhan lain. Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan klaim bahwa ISIS beroperasi atau dilindungi di Pakistan sama sekali tidak berdasar. Islamabad menyatakan kelompok seperti Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan Balochistan Liberation Army (BLA) punya tempat persembunyian aman di Afghanistan dan merencanakan serangan dari sana.
IIA membantah dan menyatakan TTP tidak berada di Afghanistan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan pekan lalu bahwa Washington sepakat dengan kekhawatiran Pakistan soal terorisme dari Afghanistan.
Pernyataan ini muncul sekitar satu setengah bulan setelah Kementerian Pertahanan IIA mengklaim pasukannya menewaskan 28 penyusup dari Pakistan dan menangkap lebih dari 30 lainnya di Provinsi Nuristan, menurut Newsvibes. Kementerian itu menyebut penyusup mencakup anggota ISIS dan milisi Pakistan.
Mujahid sebelumnya mengulang tuduhan serupa kepada Al Arabiya English pada Februari. Pada Desember 2025, Mujahid menyebut penangkapan seorang anggota ISIS di dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan, yang diumumkan intelijen Turki, berdasarkan informasi dari IIA. Pada Maret 2025, IIA dan Pakistan berselisih soal status Mohammad Sharifullah, tersangka ISKP yang ditangkap, yang menurut Pakistan warga Afghanistan, dan dibantah IIA, menurut The Diplomat. (hanoum/arrahmah.id)
