Memuat...

Hujan Deras Rendam Lebih dari 70.000 Tenda Pengungsi di Gaza

Hanoum
Ahad, 8 November 2026 / 29 Jumadilawal 1448 05:23
Hujan Deras Rendam Lebih dari 70.000 Tenda Pengungsi di Gaza
Magdi Al-Omari, 28 tahun, seorang warga Palestina penyandang disabilitas berjalan melewati perkemahan tenda yang basah kuyup setelah hujan deras di Deir al-Balah di Jalur Gaza tengah, 7 November 2026. [Foto: AP/Abdel Kareem Hana]

GAZA (Arrahmah.id) -- Hujan deras akibat badai musim dingin yang menghantam pesisir timur Mediterania merendam lebih dari 70.000 tenda pengungsi di Jalur Gaza pada Jumat malam hingga Sabtu (7/11/2026). Puluhan ribu keluarga kehilangan tempat berlindung. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi sejumlah orang terluka, menurut pihak berwenang setempat.

Dilansir The Times of Israel (7/11), badan pertahanan sipil yang dikelola kelompok perlawanan Palestina Hamas menerima 1.500 panggilan darurat dari warga terlantar. Tiga rumah terbengkalai roboh tanpa menimbulkan korban. Di sebuah kamp tenda di Kota Gaza, sebagian warga memperbaiki tenda, sebagian memakai pasir untuk mencegah air masuk, dan sebagian lain mengeluarkan anak-anak dari tenda yang terendam.

Kantor media pemerintah Gaza, yang dikelola Hamas, menyebut sekitar 350.000 pengungsi terdampak dan kerugian awal sekitar tiga juta dollar AS, menurut Al Jazeera dan Al-Araby.

Para pengungsi menyampaikan kecemasan. Olfat Magdoub, warga Gaza, mengatakan kamp mereka sudah kebanjiran pada hari pertama hujan dan ia khawatir kondisi memburuk bila hujan berlanjut. Um Muhammad al-Hersh (45) mengatakan kasur mereka basah sehingga keluarganya tidur di tanah, dan penderitaan itu berulang tiap musim dingin.

Koalisi organisasi masyarakat sipil Palestina memperingatkan risiko penyebaran penyakit dan menyerukan tekanan agar 'Israel' mengizinkan bantuan masuk tanpa pembatasan.

Pejabat kota dan pertahanan sipil yang dikelola Hamas menyatakan kesulitan menangani badai karena kekurangan bahan bakar dan kerusakan peralatan. Mereka menyebut 'Israel' menghancurkan ratusan kendaraan, termasuk buldoser dan alat pemompa air, selama perang, dan melarang masuknya alat konstruksi selama gencatan senjata.

Mustafa Qazzaat, anggota dewan Kota Gaza yang dikelola Hamas, mengatakan kepada AFP bahwa Gaza membutuhkan 200.000 rumah prefabrikasi dan alat berat untuk membersihkan puing. COGAT, badan Kementerian Pertahanan 'Israel' yang mengoordinasikan bantuan ke Gaza, belum segera menanggapi tuduhan itu.

Pada Jumat, COGAT menyatakan telah meningkatkan upaya memperbaiki sanitasi sebelum hujan. 'Israel' menyatakan tidak akan mengizinkan rekonstruksi sebelum Hamas melucuti senjata dan melepaskan kendali atas wilayah itu.

Badai juga melanda 'Israel'. Layanan Meteorologi melaporkan banjir di kota Binyamina yang menerima sekitar 50 milimeter hujan dalam satu jam, serta pemadaman listrik di sekitar Gan Yavne. Polisi sempat menutup Jalan Raya 90 dekat Laut Mati, dan Kementerian Kesehatan 'Israel' melarang warga berenang di pantai Mediterania karena limbah terdorong ke laut. (hanoum/arrahmah.id)