Memuat...

Drone 'Israel' Jatuhkan Bom ke Posisi Pasukan UNIFIL, Satu Anggota Pasukan PBB Terluka

Hanoum
Senin, 13 Oktober 2025 / 22 Rabiulakhir 1447 03:43
Drone 'Israel' Jatuhkan Bom ke Posisi Pasukan UNIFIL, Satu Anggota Pasukan PBB Terluka
Sebuah kendaraan lapis baja UNIFIL melintasi Beirut sebagai bagian dari konvoi pasukan penjaga perdamaian PBB menuju Lebanon selatan, pada 12 November 2024. [Foto: AFP]

LEBANON (Arrahmah.id) -- Salah satu anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan dilaporkan terluka akibat granat 'Israel' pada Sabtu (11/10/2025).

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Ahad (12/10), UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) menyebut tepat sebelum tengah hari sebuah drone menjatuhkan granat di dekat posisi UNIFIL di Kfar Kila.

"Seorang pasukan penjaga perdamaian mengalami luka ringan dan menerima bantuan medis," demikian bunyi pernyataan seperti dikutip dari Al Jazeera (12/10).

Seperti dilaporkan AFP, Israel mengakui insiden tersebut. Mereka berkata telah melakukan peninjauan dan memperkuat standar keselamatan.

Insiden ini jadi insiden ketiga dalam sebulan terakhir.

Pada September, UNIFIL melaporkan drone 'Israel' menjatuhkan empat granat dekat pasukan penjaga perdamaian.

Saat itu, 'Israel' bersikeras "tidak ada tembakan yang disengaja" yang diarahkan pada pasukan UNIFIL.

Kemudian awal Oktober, drone 'Israel' kembali menjatuhkan beberapa granat dekat pasukan mereka. Saat itu pasukan sedang menjaga keamanan para pekerja yang membersihkan puing sisa perang dengan Hizbullah.

UNIFIL pun menganggap insiden pada Sabtu (11/10) tersebut merupakan "pelanggaran serius lainnya terhadap resolusi 1701 dan menyangkut pengabaian terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian".

Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 mengakhiri konflik pada 2006 antara Israel dan Hizbullah. Dokumen ini pula yang jadi dasar gencatan senjata November.

"Kami kembali menyerukan kepada (tentara Israel) untuk menghentikan serangan terhadap atau di dekat pasukan penjaga perdamaian, yang sedang berupaya membangun kembali stabilitas yang telah dijanjikan oleh 'Israel' dan Lebanon," kata UNIFIL. (hanoum/arrahmah.id)