Memuat...

Iran Ancam Tangkap Warga yang Rayakan Kematian Khamenei dan Demo Jalanan

Hanoum
Selasa, 3 Maret 2026 / 14 Ramadan 1447 04:56
Iran Ancam Tangkap Warga yang Rayakan Kematian Khamenei dan Demo Jalanan
Ancaman Iran melalui pesan singkat. [Foto: Iran Wire]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras terhadap warga yang merayakan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei atau melakukan aksi protes di jalanan. IRGC mengancam akan menangkap dan menindak siapapun yang dianggap “mengancam keamanan nasional” di tengah ketegangan berkepanjangan setelah konflik militer besar pada akhir Februari 2026. Pernyataan ini dikeluarkan oleh badan intelijen Iran melalui saluran resmi media lokal pada Selasa (2/3/2026).

Dalam pernyataan yang muncul di media Iran yang dikaitkan dengan badan intelijen, seperti dilansir Iran Wire (2/3), pihak keamanan menegaskan bahwa mereka akan menghadapi dengan tegas siapa pun yang terlibat dalam tindakan yang dianggap menghasut atau merayakan kematian Khamenei, termasuk warga yang berkumpul di jalanan atau menyebarkan konten semacam itu secara daring. Pernyataan ini datang di tengah laporan tentang reaksi publik yang terpecah di negara tersebut, di mana sebagian kecil warga merekam ekspresi sukacita sementara lainnya mengikuti kegiatan berkabung yang diselenggarakan oleh negara.

Peringatan itu juga menargetkan pengunjuk rasa yang turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap rezim setelah serangan udara gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Khamenei. Menurut laporan internasional, sejumlah warga Iran secara terbatas bersuka cita di beberapa kota seperti Teheran dan Karaj setelah kabar kematian pemimpin itu tersebar, meskipun banyak yang tetap takut akan konsekuensi keamanan akibat respons keras pemerintah.

Lebih jauh, kelompok hak asasi internasional juga mencatat bahwa represi terhadap protes dan ekspresi publik di Iran telah berlangsung sejak awal 2026, ketika aksi protes besar meluas di berbagai kota menentang pemerintahan clerical, dengan penggunaan kekuatan mematikan dan penahanan massal oleh aparat keamanan untuk menekan perlawanan.

Ancaman penangkapan ini menambah kekhawatiran bahwa kebijakan keamanan negara kini mencakup tidak hanya demonstrasi politik besar tetapi juga reaksi spontan warga terhadap kematian figur nasional penting seperti Khamenei, yang bagi sebagian orang adalah simbol rezim berkuasa. Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap bentuk perayaan dianggap sebagai “ancaman terhadap keamanan dan integritas nasional” dan akan ditindak sesuai hukum domestik, termasuk tuduhan “menghasut melawan negara.” (hanoum/arrahmah.id)