Memuat...

Iran Siarkan Panduan Keselamatan bagi Warga untuk Mengantisipasi Kemungkinan Serangan Nuklir

Zarah Amala
Rabu, 4 November 2026 / 25 Jumadilawal 1448 12:57
Iran Siarkan Panduan Keselamatan bagi Warga untuk Mengantisipasi Kemungkinan Serangan Nuklir
Ledakan nuklir. (Voice of Emirates)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Televisi pemerintah Iran menyiarkan panduan keselamatan bagi masyarakat untuk menghadapi kemungkinan serangan nuklir. Instruksi tersebut berisi langkah-langkah perlindungan diri jika terjadi ledakan nuklir, mulai dari mencari tempat berlindung hingga menghindari paparan zat radioaktif.

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa panduan tersebut disiarkan pada awal November 2026. Materi serupa juga disebut telah dipublikasikan kantor berita resmi Iran, IRNA, pada 29 Oktober dalam rangka Pekan Pertahanan Pasif (Passive Defense Week).

Dalam panduan itu, warga diminta tidak melihat langsung kilatan cahaya jika terjadi ledakan nuklir. Mereka yang berada di luar ruangan dianjurkan segera berlindung di balik penghalang yang kokoh serta melindungi kepala dari dampak gelombang kejut.

Setelah gelombang kejut berlalu, masyarakat diminta masuk ke bangunan terdekat. Tempat berlindung yang dianjurkan adalah ruang bawah tanah atau bagian tengah bangunan, sejauh mungkin dari jendela dan dinding luar. Warga juga diminta mematikan pendingin udara serta sistem ventilasi yang dapat menarik udara dari luar.

Untuk mengurangi risiko kontaminasi radioaktif, panduan tersebut menginstruksikan warga agar melepaskan pakaian luar yang kemungkinan terpapar debu radioaktif tanpa mengibaskannya. Kulit kemudian harus dibersihkan menggunakan air dan sabun. Masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi air kemasan dan makanan yang terlindung dalam kemasan.

Warga diminta tetap berada di dalam tempat perlindungan setidaknya selama 24 jam dan tidak keluar sebelum menerima instruksi resmi dari pihak berwenang.

Sejumlah media menyebut penyiaran panduan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan Iran dengan Amerika Serikat dan 'Israel'. Namun, instruksi itu dikaitkan dengan kegiatan kesiapsiagaan pertahanan sipil Iran dan tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa pemerintah telah memastikan akan terjadi serangan nuklir.

Panduan tersebut menekankan pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat, termasuk kemungkinan serangan yang menimbulkan ledakan dan paparan radiasi. (zarahamala/arrahmah.id)