GAZA (Arrahmah.id) - Seorang perwira Dinas Keamanan Dalam Negeri Gaza gugur dan 11 orang lainnya terluka akibat serangan udara 'Israel' di sebelah barat Khan Yunis, Gaza selatan, pada Selasa (3/11/2026). Sementara itu, seorang warga Palestina lainnya meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan sehari sebelumnya.
Serangan tersebut menjadi bagian dari pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Sumber medis di Rumah Sakit Kuwait, sebuah fasilitas kesehatan nonpemerintah di Khan Yunis, mengonfirmasi tewasnya Khaled Shalouf dan luka-luka yang dialami 11 warga Palestina. Empat korban dilaporkan dalam kondisi kritis.
Menurut saksi mata, serangan udara 'Israel' menghantam kerumunan warga di depan gerbang University College, kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis.
Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Gaza menyatakan bahwa pesawat 'Israel' menargetkan sejumlah perwira dan anggota Dinas Keamanan Dalam Negeri di kawasan Al-Mawasi. Serangan tersebut mengakibatkan korban tewas dan luka-luka.
Dalam pernyataan susulan, kementerian mengonfirmasi bahwa korban gugur adalah Letnan Satu Shalouf (44), anggota Dinas Keamanan Dalam Negeri yang bertugas di Provinsi Rafah. Kementerian tidak merinci jumlah korban luka dalam pernyataan tersebut.
Kementerian mengecam serangan itu sebagai bagian dari rangkaian kejahatan 'Israel' yang terus menyasar aparat keamanan dan kepolisian di Jalur Gaza. Menurut kementerian, tindakan tersebut bertujuan menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat Palestina.
Pada hari yang sama, sumber medis mengumumkan meninggalnya Imad Omar Ahmad Radi (39). Ia mengembuskan napas terakhir akibat luka-luka yang dideritanya setelah serangan 'Israel' menghantam kawasan Hayy al-Yabani, barat laut Khan Yunis, pada Senin (2/11).
Saksi mata juga mengatakan kepada Anadolu bahwa kendaraan militer 'Israel' melepaskan tembakan secara intensif ke arah tenda-tenda pengungsi di kawasan Al-Mawasi, yang mencakup wilayah Rafah dan Khan Yunis di barat daya Gaza. Sementara itu, serangan artileri dilaporkan menghantam sejumlah kawasan di sebelah timur Khan Yunis.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa dalam 24 jam terakhir tercatat lima warga Palestina gugur akibat serangan 'Israel', sementara satu orang lainnya meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya.
Dengan demikian, jumlah korban gugur akibat agresi 'Israel' sejak Oktober 2023 mencapai 74.615 orang, sementara sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza mengalami kehancuran. (zarahamala/arrahmah.id)
