Memuat...

'Israel' Kembali Serang Kota Gaza, Dua Orang Gugur dan Empat Terluka

Zarah Amala
Sabtu, 17 Oktober 2026 / 7 Jumadilawal 1448 11:54
'Israel' Kembali Serang Kota Gaza, Dua Orang Gugur dan Empat Terluka
Serangan 'Israel' menewaskan dan melukai beberapa warga Palestina di Gaza. (Foto: QNN, arsip)

GAZA (Arrahmah.id) - Serangan 'Israel' di Jalur Gaza menewaskan dua warga Palestina pada Jumat (16/10/2026), sementara empat orang lainnya terluka akibat serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Gaza. Serangan tersebut terus berlangsung meski kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa seorang warga Palestina gugur ditembak pasukan 'Israel' di wilayah barat laut Kota Gaza.

Menurut sumber-sumber lokal, sebuah drone quadcopter 'Israel' melepaskan tembakan ke arah warga Palestina di kawasan Al-Tawam. Korban terkena tembakan di kepala dan meninggal dunia.

Secara terpisah, seorang pemuda Palestina meninggal akibat luka serius yang dideritanya ketika drone 'Israel' menyerang kerumunan warga sipil di kawasan Sheikh Radwan, utara Kota Gaza, pada Kamis (15/10) malam.

Sebelumnya, The Palestine Chronicle melaporkan bahwa serangan di Sheikh Radwan tersebut melukai empat warga Palestina, termasuk satu orang yang mengalami luka kritis. Saksi mata mengatakan drone itu menargetkan seseorang yang sedang melintas di depan sebuah kafe.

Pada Jumat (16/10) dini hari, empat warga Palestina, termasuk seorang perempuan dan seorang anak perempuan, terluka ketika helikopter 'Israel' menyerang sebuah bangunan tempat tinggal di dekat Persimpangan Bahloul, utara Kota Gaza. Informasi tersebut disampaikan sumber medis dan saksi mata.

Serangan itu menyusul bombardir dan tembakan 'Israel' di sejumlah wilayah Gaza pada Kamis (15/10).

Di kawasan Al-Amal, barat laut Khan Yunis, serangan drone lainnya menyebabkan seorang warga Palestina mengalami luka kritis. Pasukan 'Israel' juga kembali membombardir area sekitar Rumah Sakit Al-Amal.

Di bagian timur Kota Gaza, pasukan 'Israel' melakukan penghancuran bangunan dan sejumlah ledakan. Sementara itu, saksi mata di perairan lepas Rafah melaporkan lebih dari 40 kali tembakan dari kapal-kapal 'Israel' selama sekitar dua jam, disertai tembakan intensif dari kendaraan militer dan helikopter.

Di wilayah selatan Khan Yunis, tentara 'Israel' juga menembaki tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung warga Palestina yang mengungsi.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran 'Israel' terhadap gencatan senjata telah menewaskan 1.505 warga Palestina dan melukai 5.332 lainnya hingga Kamis (15/10). Angka tersebut belum mencakup dua kematian yang dilaporkan pada Jumat.

Sementara itu, Quds News Network melaporkan pada Kamis (15/10) bahwa otoritas 'Israel' masih menutup perlintasan Rafah bagi pasien dan warga Palestina yang terluka dan membutuhkan perawatan di luar negeri. Penutupan itu telah berlangsung selama dua pekan berturut-turut.

Akibatnya, evakuasi medis bagi pasien yang membutuhkan perawatan yang tidak tersedia di Gaza terhambat. Sistem kesehatan di wilayah tersebut masih menghadapi tekanan berat setelah mengalami kehancuran luas akibat perang.

Pembatasan masuknya barang dan pasokan juga terus menghambat akses warga terhadap bantuan kemanusiaan dan kebutuhan pokok.

Menurut data Palestina yang dikutip Anadolu, sejak Oktober 2023, serangan 'Israel' di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut dilaporkan telah hancur. (zarahamala/arrahmah.id)