LONDON (Arrahmah.id) -- Polisi Metropolitan menyelidiki perusakan jendela depan Hasanah Centre, sebuah masjid di Stratford, London timur, Jumat (30/10/2026) malam. Hingga Ahad (1/11), belum ada penangkapan. Tokoh setempat menyebut kejadian itu mengkhawatirkan dan menjadi pengingat atas kebencian terhadap Muslim.
Dilansir Metro (1/11), petugas dipanggil ke Hasanah Centre sekitar pukul 22.30 setelah ada laporan jendela depan tempat salat itu pecah. Polisi menyatakan penyelidikan dibuka dan penyidikan berjalan cepat. Juru bicara kepolisian menyebut kerusakan terjadi pada dini hari Sabtu (31/10), berbeda dari waktu laporan, sehingga waktu persis kejadian belum jelas. Polisi tidak menyebut motif pelaku.
Anggota Parlemen Newham, Uma Kumaran, dan Wali Kota Newham, Farhad Hussain, menyampaikan pernyataan bersama. Keduanya menyatakan mengetahui “insiden yang mengkhawatirkan” di Hasanah Centre. Sebuah kelompok setempat menyebut serangan terhadap tempat ibadah tidak boleh dinormalisasi, dan menyatakan Newham tidak kebal dari kebencian terhadap Muslim. Juru bicara Kepolisian Metropolitan mengatakan kejadian itu bisa menimbulkan keprihatinan warga dan perilaku anti-Islam tidak punya tempat di London. Polisi meminta siapa pun yang memiliki informasi menghubungi nomor 101.
Peristiwa ini terjadi menjelang Bulan Kesadaran Islamofobia pada November. The Guardian melaporkan pada Juli 2026, mengutip British Muslim Trust, bahwa satu masjid di Inggris diserang setiap lima hari. Pada Oktober 2025, masjid di Peacehaven, East Sussex, dibakar dan tersangkanya kemudian mengaku membakar bangunan itu. (hanoum/arrahmah.id)
