Memuat...

Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Sekolah-Sekolah di Malaysia Resmi Ditutup

Ameera
Jumat, 9 Oktober 2026 / 28 Rabiulakhir 1448 20:07
Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Sekolah-Sekolah di Malaysia Resmi Ditutup
Kualitas Udara Memburuk Akibat Kabut Asap, Sekolah-Sekolah di Malaysia Resmi Ditutup

KUALA LUMPUR (Arrahmah.id) — Kondisi udara di Malaysia dilaporkan semakin memburuk akibat kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah Negeri Jiran.

Keadaan ini memaksa pemerintah mengambil tindakan tegas dengan menutup sekolah-sekolah di sejumlah wilayah pada Jumat (9/10/2026).

Mengutip Channel News Asia (CNA), kualitas udara di sebagian besar wilayah Malaysia telah mencapai level "tidak sehat".

Wilayah yang terdampak meliputi negara bagian Johor, Melaka, Negeri Sembilan, dan Selangor, serta ibu kota Kuala Lumpur dan pusat administrasi Putrajaya.

Berdasarkan Indeks Pencemar Udara (API) Malaysia, kualitas udara diklasifikasikan ke dalam rentang 101 hingga 200 untuk kategori tidak sehat, rentang 201 hingga 300 untuk kategori sangat sehat, serta di atas 300 untuk kategori berbahaya.

Berdasarkan laporan The Star pada Jumat pagi, tercatat ada 37 wilayah yang berada dalam kategori tidak sehat.

Kementerian Pendidikan Malaysia menetapkan aturan bahwa sekolah dan institusi pendidikan wajib ditutup jika angka API melampaui 180 atau tetap berada di atas 150 selama tiga hari berturut-turut.

Direktur Jenderal Pendidikan Malaysia, Mohd Azam Ahmad, menyatakan bahwa kebijakan ini juga menindaklanjuti imbauan dari Raja Malaysia, Sultan Ibrahim ibni Almarhum Sultan Iskandar, khususnya di daerah dengan angka API yang bertahan di kisaran 150 hingga 180.

Selama masa penutupan, pihak sekolah diwajibkan memastikan kelangsungan belajar-mengajar melalui metode yang sesuai dengan kemampuan dan akses siswa, sementara guru serta staf pendukung diizinkan bekerja dari rumah.

Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, dalam unggahannya menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak, guru, serta komunitas pendidikan merupakan prioritas utama.

Pemerintah juga berupaya mengumumkan setiap kebijakan penutupan sekolah lebih awal agar para orang tua memiliki waktu persiapan yang memadai.

Kabut asap yang menyelimuti Malaysia diketahui berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan, Indonesia.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa dirinya dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah bersepakat untuk mengambil langkah-langkah kolaboratif guna mengatasi masalah kabut asap ini, di mana Malaysia menyatakan siap memberikan bantuan.

PM Anwar juga telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Malaysia untuk menginisiasi pertemuan tingkat menteri di lingkup ASEAN guna mengoordinasikan respons regional dalam mendukung upaya penanganan di Indonesia.

Selain sektor pendidikan, kabut asap turut memengaruhi agenda publik lainnya.

Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia mengumumkan penundaan perayaan Hari Olahraga Nasional yang sedianya digelar Sabtu di tujuh negara bagian dan wilayah federal.

Penundaan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan demi menghindari risiko kesehatan bagi para peserta, penyelenggara, dan masyarakat umum hingga kualitas udara kembali aman untuk aktivitas luar ruangan.

(ameera/arrahmah.id)