Memuat...

Pemimpin Houtsi Bersumpah akan Berikan Dukungan yang Tak Tergoyahkan untuk Palestina

Zarah Amala
Jumat, 5 April 2024 / 26 Ramadan 1445 08:37
Pemimpin Houtsi Bersumpah akan Berikan Dukungan yang Tak Tergoyahkan untuk Palestina
Demonstran mengibarkan bendera dan plakat Palestina dan Yaman yang menggambarkan gerakan Houtsi (Ansar Allah) Abdul-Malik Badreddin al-Houtsi, dan bendera Palestina selama protes yang dilancarkan dalam solidaritas dengan warga Palestina di Gaza, di Sana'a, Yaman pada 15 Desember 2023. [Gambar Muhammad Hamoud/Getty]

SANAA (Arrahmah.id) - Pemimpin Houtsi Yaman, Abdul Malik Al-Houtsi, pada Rabu (3/4/2024) mengatakan kelompoknya “tidak akan berkompromi atau mundur” dari dukungannya terhadap perjuangan Palestina, Anadolu melaporkan.

Berbicara menjelang Hari Quds Internasional yang diperingati pada Jumat, Al-Houtsi berkata: “Sejak Pertempuran Banjir Al-Aqsa dimulai [7 Oktober 2023], kami mendukung dengan segala yang kami bisa, dan kami terus berupaya mengembangkan kemampuan kami.”

“Kami tidak akan mengompromikan posisi kami mengenai masalah Palestina dan tidak akan mundur,” tambahnya, berjanji untuk terus mendukung dan “memperkuat kerja sama serta meningkatkan kinerja dan tindakan hingga kemenangan yang dijanjikan.”

Al-Houtsi menuduh Amerika Serikat “menjadi mitra nyata dan penuh musuh ‘Israel’ dalam kejahatan dan agresinya terhadap rakyat Palestina.”

Meskipun AS memberikan dukungan yang tak tergoyahkan kepada ‘Israel’, ia menambahkan, “Umat Islam telah gagal untuk berdiri bersama rakyat Palestina”.

Sejak November, kelompok pemberontak syiah Houtsi telah menargetkan kapal-kapal yang terkait dengan ‘Israel’ di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Jalur Gaza yang terkepung setelah ‘Israel’ melancarkan perang yang menghancurkan terhadap mereka.

Pada Januari, ketegangan meningkat setelah koalisi pimpinan AS menyerang situs Houtsi di Yaman yang memaksa kelompok tersebut juga menargetkan kapal-kapal Amerika dan Inggris.

Kelompok tersebut baru-baru ini mengatakan bahwa mereka akan memperluas serangannya hingga “mencakup kapal-kapal yang memiliki hubungan dengan musuh yang melewati Samudera Hindia melalui rute Tanjung Harapan.” (zarahamala/arrahmah.id)