Memuat...

Puluhan Ribu Warga Padang Ikuti Parade Tauhid Sambut 1 Muharram 1448 H, Diwarnai Kehadiran Habib Rizieq dan Ustadz Derry Sulaiman

Ameera
Kamis, 18 Juni 2026 / 3 Muharam 1448 16:50
Puluhan Ribu Warga Padang Ikuti Parade Tauhid Sambut 1 Muharram 1448 H, Diwarnai Kehadiran Habib Rizieq dan Ustadz Derry Sulaiman
Puluhan Ribu Warga Padang Ikuti Parade Tauhid Sambut 1 Muharram 1448 H, Diwarnai Kehadiran Habib Rizieq dan Ustadz Derry Sulaiman

PADANG (Arrahmah.id) – Suasana religius menyelimuti pelataran Masjid Agung Nurul Iman, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/6/2026). Puluhan ribu warga tumpah ruah mengikuti Parade Tauhid yang digelar untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Gema takbir dan sholawat menggema sejak pagi, mengiringi ribuan peserta yang mengikuti pawai spiritual tersebut. Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri berbagai tokoh masyarakat, pejabat daerah, ulama, hingga figur publik.

Di barisan terdepan tampak Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir yang membaur bersama masyarakat.

Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Ahmad Zakri, serta Anggota DPD RI sekaligus inisiator kegiatan, Jelita Donal.

Parade Tauhid semakin menarik perhatian dengan kehadiran sejumlah tokoh Islam nasional, di antaranya Imam Besar Habib Rizieq Shihab danUstadz Derry Sulaiman.

Sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam se-Kota Padang dan kreator konten Willie Salim juga turut hadir memeriahkan acara.

Parade secara resmi dilepas oleh Wali Kota Padang dari Masjid Agung Nurul Iman. Para peserta kemudian melakukan longmarch menyusuri Jalan Jenderal Sudirman menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebagai titik akhir kegiatan.

Sepanjang perjalanan, ribuan peserta tidak hanya berjalan kaki, tetapi juga mendapatkan siraman rohani dan tausiah dari para ulama yang hadir.

Setibanya di masjid raya, rangkaian acara dilanjutkan dengan orasi para ulama, pembacaan resolusi masyarakat Sumatera Barat, dan ditutup dengan doa bersama.

Wali Kota Padang Fadly Amran menilai Parade Tauhid memiliki makna lebih dari sekadar perayaan pergantian tahun baru Islam.

Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan semangat hijrah dan penguatan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang menjadi dasar berbagai program unggulan Pemerintah Kota Padang, seperti Smart Surau dan Sinergi Nagari.

"Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Mudah-mudahan Parade Tauhid ini menjadi bagian dari ikhtiar kita memperlihatkan perubahan demi perubahan ke arah yang lebih baik melalui momentum pergantian Tahun Baru Islam," ujar Fadly.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat karakter dan kehidupan sosial masyarakat melalui berbagai regulasi.

Menurutnya, Pemko Padang tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) Nagari di Dalam Kota untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan niniak mamak dalam menjaga kehidupan masyarakat.

Selain itu, Pemko Padang juga sedang merevisi Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) sebagai langkah menjawab berbagai persoalan sosial, seperti tawuran, pergaulan bebas, dan berbagai bentuk penyimpangan perilaku lainnya.

Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, Fadly menyatakan kesiapan pemerintahannya untuk menjadikan Parade Tauhid sebagai salah satu agenda pariwisata religi Kota Padang.

"Semoga dapat menambah semarak Festival Surau sebagai bagian dari syiar Islam serta penguatan nilai-nilai ABS-SBK di Kota Padang," katanya.

Sementara itu, Anggota DPD RI sekaligus inisiator kegiatan, Jelita Donal atau yang akrab disapa Ustaz Jel Fathullah, menegaskan bahwa momentum 1 Muharram harus dimaknai sebagai titik balik kebangkitan umat Islam.

Menurutnya, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik, tetapi juga transformasi menyeluruh menuju kehidupan yang berpedoman pada Al-Qur'an dan sunah.

"Aksi longmarch dari Masjid Agung Nurul Iman menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi menjadi simbol hijrah. Semoga kegiatan ini mendapat ridha Allah SWT dan semakin memperkuat persatuan dan kebangkitan umat Islam, khususnya di Sumatera Barat," ujarnya.

Melalui sinergi antara ulama, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat, Parade Tauhid di Kota Padang diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan akhlak dan penguatan nilai-nilai Islam di Ranah Minang.

(ameera/arrahmah.id)