Memuat...

Sekjen PBB Antonio Guterres Kunjungi Indonesia

Ameera
Sabtu, 17 Oktober 2026 / 7 Jumadilawal 1448 21:20
Sekjen PBB Antonio Guterres Kunjungi Indonesia
Sekjen PBB Antonio Guterres Kunjungi Indonesia

JAKARTA (Arrahmah.id) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut akan membahas penguatan kerja sama Indonesia dan PBB dalam sistem multilateral serta komitmen Indonesia terhadap misi pemeliharaan perdamaian dunia.

Kepastian kunjungan itu disampaikan Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq, melalui keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

“Sabtu (16 Oktober) dini hari, Sekretaris Jenderal PBB akan berangkat melakukan kunjungan resmi ke Indonesia,” ujar Farhan Haq dalam keterangannya.

Selama berada di Indonesia, Guterres akan menggelar serangkaian pertemuan untuk membahas sejumlah isu, termasuk penguatan hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan PBB dalam kerangka multilateralisme.

Selain agenda diplomatik, Guterres juga akan memberikan penghormatan atas kontribusi jangka panjang Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB.

Salah satu agenda kunjungannya adalah mendatangi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI.

Di lokasi tersebut, Guterres dijadwalkan bertemu dengan personel Indonesia yang akan segera diberangkatkan untuk bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah, yakni United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA).

Guterres juga akan meletakkan karangan bunga di tugu peringatan untuk mengenang 50 personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas di bawah bendera PBB.

Agenda tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap pengorbanan para personel Indonesia yang telah berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Sampaikan Pidato tentang Masa Depan Multilateralisme

Dalam kunjungan ke Jakarta, Guterres juga dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai masa depan multilateralisme di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Farhan Haq menyampaikan bahwa pidato tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kunjungan Sekretaris Jenderal PBB ke Indonesia.

Multilateralisme merupakan pendekatan kerja sama yang melibatkan sejumlah negara untuk menangani berbagai persoalan bersama melalui mekanisme dan lembaga internasional. Sistem ini menjadi salah satu landasan kerja PBB dalam menghadapi tantangan global, mulai dari konflik bersenjata hingga krisis kemanusiaan dan perubahan iklim.

Namun, sistem multilateralisme saat ini menghadapi berbagai tantangan di tengah meningkatnya persaingan geopolitik dan kecenderungan sejumlah negara untuk mengutamakan kebijakan unilateral atau tindakan sepihak.

Perbedaan kepentingan antarnegara, persaingan kekuatan besar, serta dinamika hubungan internasional turut memengaruhi efektivitas kerja sama multilateral dalam menyelesaikan persoalan global.

Dalam konteks tersebut, kunjungan Guterres ke Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkuat dialog mengenai pentingnya kerja sama internasional dan peran negara-negara anggota PBB dalam menjaga tatanan global berbasis kerja sama.

Indonesia sendiri selama ini berpartisipasi dalam berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB. Kontribusi tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan Indonesia dalam mendukung perdamaian dan keamanan internasional.

Melalui kunjungan ini, penguatan kemitraan Indonesia dan PBB diharapkan dapat terus menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan global serta memperkuat kerja sama antarnegara.

(ameera/arrahmah.id)