Memuat...

Suriah Sita 87 Ribu Pil Captagon di Damaskus

Hanoum
Jumat, 16 Oktober 2026 / 6 Jumadilawal 1448 08:26
Suriah Sita 87 Ribu Pil Captagon di Damaskus
Petugas penegak hukum narkoba memeriksa narkotika yang disita di Damaskus. [Foto: SANA]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Otoritas Suriah menyita 87.000 pil Captagon dan menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam perdagangan narkotika di Damaskus, Kamis (15/10/2026). Operasi yang dilakukan aparat antinarkoba tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah baru Suriah memberantas peredaran obat stimulan ilegal yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu komoditas penyelundupan utama di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan kantor berita negara Suriah, SANA (15/10), petugas dari Direktorat Pemberantasan Narkotika menangkap tersangka dalam sebuah operasi keamanan di Damaskus. Sebanyak 87.000 pil Captagon ditemukan dalam penguasaannya.

Tersangka beserta barang bukti kemudian diserahkan kepada otoritas peradilan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat belum mengungkap identitas tersangka maupun tujuan akhir pengiriman pil tersebut.

Penindakan di Damaskus itu menyusul operasi serupa di Provinsi Homs pada 12 Oktober 2026. Dalam operasi tersebut, petugas menyita 250.000 pil Captagon dan menangkap dua orang yang diduga terlibat. SANA melaporkan bahwa pengungkapan di Homs bermula dari informasi mengenai pergerakan kendaraan mencurigakan di sebuah lahan pertanian terbengkalai di wilayah selatan provinsi tersebut.

Captagon merupakan nama yang digunakan untuk pil stimulan ilegal yang beredar di Timur Tengah. Produk yang diperdagangkan dengan nama tersebut saat ini umumnya mengandung amfetamin atau zat stimulan lain, meskipun komposisi setiap sitaan dapat berbeda. Zat ini dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.

Selama pemerintahan Bashar al-Assad, Suriah berkembang menjadi pusat utama produksi dan penyelundupan Captagon. Perdagangan tersebut menghasilkan keuntungan besar bagi jaringan kriminal dan, menurut sejumlah penyelidikan internasional, terkait dengan pihak-pihak yang berafiliasi dengan rezim sebelumnya. Pil-pil tersebut banyak dipasok ke pasar negara-negara Teluk, termasuk Arab Saudi.

Setelah pemerintahan Assad tumbang pada Desember 2024, otoritas baru Suriah meningkatkan operasi pemberantasan narkotika dan membongkar fasilitas produksi serta penyimpanan.

Laporan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada Desember 2025 menyebut pemerintah Suriah telah membongkar 15 laboratorium produksi berskala industri dan 13 fasilitas penyimpanan yang lebih kecil. (hanoum/arrahmah.id)