Memuat...

Trump Puji asy Syaraa “Fenomenal”, Klaim Peran dalam Penempatan Kepemimpinannya

Hanoum
Selasa, 24 Februari 2026 / 7 Ramadan 1447 03:49
Trump Puji asy Syaraa “Fenomenal”, Klaim Peran dalam Penempatan Kepemimpinannya
Tangkapan layar video konferensi pers Donald Trump. [Foto: Youtube]

WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Ahmad asy Syaraa sebagai pemimpin yang fenomenal dan menyatakan bahwa dirinya hampir secara langsung menempatkan asy Syaraa  sebagai Presiden Suriah, sambil menjelaskan bahwa negara itu berkumpul kembali dengan baik di bawah kepemimpinannya. Trump juga menekankan hubungan baru antara Washington dan Damaskus, menunjukkan perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Suriah setelah konflik berkepanjangan.

Trump, dalam pernyataannya di Gedung Putih, seperti dilansir Anadolu Agency (21/2/2026), menggambarkan asy Syaraa  sebagai pemimpin yang kuat, mengatakan “He’s doing a phenomenal job” dan menambahkan bahwa asy Syaraa  "bukan anak paduan suara” tetapi mampu memimpin Suriah melalui periode yang sulit, termasuk menangani hubungan dengan populasi Kurdi. Trump juga menyatakan bahwa dirinya “essentially put him there” — klaim bahwa pemerintahan AS memainkan peran penting dalam mendukung posisi asy Syaraa  sebagai presiden Suriah.

Pujian Trump datang di tengah upaya pemerintahan AS untuk mengubah hubungan bilateral dengan Suriah setelah rezim Bashar al Assad runtuh pada akhir 2024 dan asy Syaraa mengambil alih tampuk kekuasaan. Menurut laporan internasional, Washington secara bertahap melonggarkan sejumlah sanksi terhadap Suriah dan mempertimbangkan pembukaan kembali kedutaannya di Damaskus, langkah yang mencerminkan normalisasi hubungan diplomatik yang lebih luas.

Reuters dan media internasional lain juga mencatat bahwa asy Syaraa, mantan pemimpin oposisi dan tokoh yang pernah dilabeli sebagai target karena keterkaitannya di masa lalu, kini menjadi sekutu utama Amerika di wilayah tersebut — sebuah perubahan dramatis dari hubungan yang tegang selama bertahun-tahun. Perubahan ini bertepatan dengan kerja sama Suriah bergabung dalam Koalisi Global Mengalahkan ISIS dan pembicaraan strategis tentang stabilisasi pascakonflik di kawasan.

Meski mendapat dukungan dari Trump dan langkah kebijakan baru, posisi asy Syaraa  juga menghadapi kritik dari kelompok seperti kelompok militan Islamic State (ISIS) yang mengecam pemerintahannya sebagai bawah pengaruh Barat dan menolak legitimasi pemerintah baru Suriah. (hanoum/arrahmah.id)