RIYADH (Arrahmah.id) - Uni Emirat Arab dan Malaysia telah menegaskan kembali solidaritas mereka terhadap Arab Saudi dan mengecam serangan yang menyasar lokasi-lokasi sipil di Kerajaan tersebut, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, di tengah berlanjutnya komunikasi tingkat regional dan internasional untuk membahas insiden-insiden itu beserta dampak luasnya.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, menyampaikan sikap negaranya dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan, pada Selasa (13/10/2026); demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform X.
UEA kembali menyatakan solidaritas penuhnya terhadap Arab Saudi dan mengecam serangan milisi Houtsi, sembari menegaskan kembali dukungannya terhadap langkah-langkah yang bertujuan menjaga keamanan dan stabilitas Kerajaan tersebut.
Dalam percakapan telepon terpisah, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan juga membahas serangan-serangan tersebut dengan bin Farhan, serta menyampaikan kecaman Malaysia atas serangan yang menyasar warga sipil di Arab Saudi dan menyatakan solidaritas terhadap Kerajaan Saudi.
Hasan menyuarakan dukungan Malaysia terhadap segala langkah yang diambil Arab Saudi untuk melindungi kedaulatan, keamanan, dan stabilitasnya, serta keselamatan warga negara dan penduduknya, ungkap kementerian tersebut.
Kedua percakapan telepon itu juga membahas perkembangan situasi regional dan internasional, dampak dari serangan-serangan itu, serta upaya negara-negara terkait dalam merespons insiden-insiden tersebut.
Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi pada Ahad menyatakan bahwa Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam telah menjadi sasaran serangan yang menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya. Pengumuman tersebut menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid sehari sebelumnya yang menewaskan 12 orang—termasuk seorang warga negara Suriah—dan melukai 309 orang lainnya. (haninmazaya/arrahmah.id)
