Memuat...

13.000 pria Tajikistan dipaksa pangkas jenggot

Fath
Kamis, 21 Januari 2016 / 11 Rabiulakhir 1437 16:30
13.000 pria Tajikistan dipaksa pangkas jenggot
DUSHANBE, Tajikistan - JUNE 11: Muhammed Ziyo, 26, a day laborer, poses with other day laborers in the background on a street corner in the 82nd district of Dushanbe on June 11, 2015. Ziyo and the others used to work in Russia, but the cost of securing a work permit now make returning all but impossible. (Photo by Karoun Demirjian / The Washington Post via Getty Images)

DUSHANBE (Arrahmah.com) - Polisi Tajikistan memaksa hampir 13.000 pria untuk memangkas jenggotnya demi melawan Islam "konservatif" yang diklaim dipengaruhi dari budaya "asing". Para pria tersebut dinilai memiliki jenggot yang terlalu panjang dan tak terurus.

Sebagaimana dilansir Time (20/1/2016), para pejabat pemerintah bekerja lembur demi membasmi paham Islam "konservatif" sehingga kehidupan sehari-hari masyarakat sesuai nilai-nilai tradisional yang diingkinkan pemerintah Tajikistan.

Bahrom Sharifzada, kepala polisi di Provinsi Khatlon, mengatakan saat konferensi pers pada Selasa, menyatakan keberhasilan kampanye selama tahun 2015. Beberapa 12.818 pria dengan jenggot yang dituding tidak memenuhi kualifikasi "ditertibkan".

Sementara itu, 1.773 Muslimah didoktrin bahwa mereka tidak harus mengenakan kerudung yang dituding dianggap asing oleh pemerintah Tajikistan. Selain itu 150 toko kerudung dipaksa tutup oleh pemerintah Tajikistan.

(fath/arrahmah.com)