GAZA (Arrahmah.id) -- Sebanyak 250 pasangan Palestina menikah dalam akad massal di Kota Gaza pada Jumat (6/11/2026). Acara itu digelar program bantuan kemanusiaan Uni Emirat Arab (UEA), Operasi “Ksatria Pemberani 3” (Operation Chivalrous Knight 3), sebagai upaya membantu pemuda Gaza menikah di tengah krisis ekonomi dan pengungsian. Pasangan mengatakan bahagia, tetapi sebagian kehilangan anggota keluarga atau terpisah dari kerabat.
Dilansir The Voice News (8/11), upacara itu digelar sebagai bentuk solidaritas dan upaya menghadirkan kebahagiaan bagi warga Palestina yang hidup di tengah konflik. Salah satu mempelai pria, Saeed Al-Najjar, mengatakan mereka memulai babak baru kehidupan, tetapi tetap tinggal di tengah kehancuran akibat perang, dan berharap bisa kembali ke rumah dan lingkungan masing-masing.
Al-Modon melaporkan iring-iringan mobil berhias bunga, pita merah, dan bendera Palestina melintasi jalan pesisir Kota Gaza menuju pantai, melewati reruntuhan rumah dan tenda pengungsi.
Mempelai wanita, Tasil Abu Matar, mengatakan ibu dan saudarinya hadir, tetapi ayahnya tidak bisa datang karena berada di Tepi Barat yang diduduki, tempat neneknya membutuhkan kursi roda. Kakaknya terluka dalam serangan dan masih menjalani perawatan.
“Kebahagiaan kami belum lengkap,” katanya, meski ia mengaku senang dengan pencapaian itu.
Acara ini dikenal sebagai “Thawb al-Farah 3” (Busana Kebahagiaan 3), edisi ketiga program pernikahan massal yang digelar operasi tersebut. Pendanaannya dibantu Yayasan Saqr bin Mohammed Al Qasimi untuk Amal dan Kemanusiaan. Calon pengantin dipilih lewat undian pada 7 Oktober. Penerima harus memiliki akad nikah resmi sebelum 15 Agustus 2026, dan belum memulai kehidupan rumah tangga sebelum acara, menurut Masdar News.
Kepala komite pendukung operasi, Mohammed Erbei, menyebut pernikahan itu menggambarkan “kehendak untuk hidup” meski bertahun-tahun perang. Acara itu bertepatan dengan peringatan ketiga peluncuran operasi dan awal tahun keempat dukungan UEA untuk Gaza.
Sumber melaporkan angka berbeda. Al-Modon dan Masdar menyebut 250 pasangan terpilih dari lebih dari 11.000 pendaftar, sementara Al-Ain menyebut 250 mempelai pria dipilih dari 1.335 pendaftar yang memenuhi syarat, dan menyebut acara itu mencakup 300 pasangan karena dukungan yayasan lain, dengan 20.000 hadirin. (hanoum/arrahmah.id)
