Memuat...

Gubernur Maidan Wardak: Perjuangan 20 Tahun Kami Adalah Demi Kemerdekaan dan Islam

Hanin Mazaya
Kamis, 29 Oktober 2026 / 19 Jumadilawal 1448 16:31
Gubernur Maidan Wardak: Perjuangan 20 Tahun Kami Adalah Demi Kemerdekaan dan Islam
Mullah Khairullah Khairkhwa. (Foto: Taliban Tracker)

WARDAK (Arrahmah.id) - Gubernur Maidan Wardak, dalam merujuk pada perjuangan dua dekade Imarah Islam, menyatakan bahwa perlawanan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya di Afghanistan bertujuan untuk melindungi kemerdekaan dan agama negara tersebut.

Mullah Khairullah Khairkhwa menambahkan bahwa niat mereka selama perang 20 tahun itu tulus, dan mereka tidak mencari ataupun mengharapkan keuntungan materi apa pun, lansir Tolo News (29/10/2026).

Mullah Khairullah Khairkhwa, Gubernur Maidan Wardak, mengatakan: “Segala sesuatu yang telah kami lakukan, kami lakukan demi agama dan tanah air kami. Kami tidak melakukan ini demi uang atau kehidupan yang lebih baik, melainkan demi kebebasan negara kami dan Islam. Baik rakyat maupun pemerintah bangkit demi satu tujuan suci, yaitu Islam.”

Dalam bagian lain pernyataannya, pejabat Imarah Islam tersebut mengkritik sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional terhadap Afghanistan. Menurut pandangannya, Imarah Islam telah memenuhi semua syarat untuk mendapatkan pengakuan, namun sanksi yang dijatuhkan terhadap mereka belum juga dicabut.

Khairkhwa menambahkan: “Semua syarat untuk pengakuan telah dipenuhi, dan rakyat pun mendukung kami, namun Imarah Islam tetap belum diakui. Mereka telah menguasai uang dan aset negara kami serta menjatuhkan sanksi terhadap bank-bank dan perusahaan-perusahaan. Mengapa demikian? Itu karena keyakinan kami, yakni Islam, dan identitas kami sebagai Muslim.”

Gubernur Maidan Wardak menyampaikan pernyataan tersebut dalam upacara peresmian empat jaringan penyediaan air minum bersih di distrik Chak, provinsi tersebut. Proyek-proyek ini dibangun dengan biaya lebih dari 23 juta Afghani dan menyediakan air minum bersih bagi lebih dari 1.000 keluarga.

Ali Mohammad Rahmani, Kepala Departemen Rehabilitasi dan Pembangunan Pedesaan di Maidan Wardak, mengatakan: “Keempat jaringan penyediaan air ini dibangun dengan total biaya 23,3 juta Afghani, yang sekaligus mengatasi masalah kekurangan air bagi 1.040 keluarga.” Sayed Abdul Rahim Nomani, seorang warga distrik Chak, mengatakan: “Masih banyak desa yang menghadapi kekurangan air yang parah, bahkan ada beberapa desa yang sama sekali tidak memiliki akses terhadap air. Para tetua maupun kaum muda di wilayah kami mendesak agar lebih banyak proyek dilaksanakan di daerah kami.”

Menurut data dari Departemen Rehabilitasi dan Pembangunan Pedesaan Maidan Wardak, saat ini terdapat 22 proyek penyediaan air dan irigasi yang sedang berjalan di berbagai wilayah di provinsi tersebut. Proyek-proyek ini didanai melalui anggaran domestik Imarah Islam serta didukung secara finansial oleh berbagai organisasi mitra. Sebagian besar proyek tersebut diperkirakan akan rampung dan mulai beroperasi pada tahun ini. (haninmazaya/arrahmah.id)