JAKARTA (Arrahmah.id) - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menunda pengiriman sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, saat ditemui di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
“Semua di‑hold. Di‑hold,” ujarnya singkat terkait status pengiriman pasukan.
Prasetyo menegaskan bahwa ia belum mengetahui hingga kapan penundaan ini akan berlangsung.
“Ya sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.
Menteri Sekretaris Negara itu juga mengonfirmasi bahwa penundaan pengiriman pasukan perdamaian tersebut terkait dengan konflik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.
“Iya (akibat konflik Israel-AS dengan Iran),” pungkasnya.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 prajurit TNI sebagai pasukan perdamaian ke Gaza.
“Ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000,” ujar Prasetyo saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
(ameera/arrahmah.id)
