Memuat...

Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS

Ameera
Kamis, 4 Juni 2026 / 19 Zulhijah 1447 10:38
Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS
Rupiah Tembus Rp18.015 per Dolar AS

JAKARTA (Arrahmah.id) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis pagi. Mata uang Garuda melemah 0,27 persen hingga menembus level Rp18.015 per dolar AS.

Posisi tersebut menjadi salah satu titik terlemah rupiah dalam beberapa waktu terakhir sekaligus menandai mata uang Indonesia semakin dekat dengan level psikologis baru di kisaran Rp18.000 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah saat ini dipengaruhi oleh kombinasi tekanan eksternal dan sentimen domestik yang belum cukup kuat menopang pergerakan nilai tukar.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, penguatan dolar AS juga didorong oleh sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis lebih baik dari perkiraan pasar.

Data ketenagakerjaan AS serta indeks aktivitas sektor jasa yang dirilis oleh Institute for Supply Management menunjukkan kinerja ekonomi Negeri Paman Sam yang lebih kuat dari ekspektasi.

Kondisi tersebut meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi AS dan mendorong permintaan terhadap dolar AS. Akibatnya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, mengalami tekanan.

Di sisi lain, sentimen domestik dinilai masih belum cukup kuat untuk memberikan dukungan signifikan bagi penguatan rupiah.

Meski demikian, pelemahan mata uang nasional diperkirakan tidak akan berlangsung tanpa kendali.

Lukman menilai langkah stabilisasi yang dilakukan Bank Indonesia berpotensi menahan laju pelemahan rupiah.

Dengan kurs yang kembali mendekati level psikologis baru, bank sentral diperkirakan akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan guna menjaga stabilitas nilai tukar.

“Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif,” ujarnya.

Ke depan, Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan rentang perdagangan berada di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Pelemahan rupiah ini menjadi perhatian pasar karena terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perubahan ekspektasi terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan Bank Indonesia serta perkembangan situasi internasional yang dapat memengaruhi arah pergerakan nilai tukar dalam beberapa waktu mendatang.

(ameera/arrahmah.id)