Memuat...

Pasukan Yaman Tuding Houtsi Serang Pasar di Taiz, Puluhan Warga Sipil Tewas

Zarah Amala
Sabtu, 7 November 2026 / 28 Jumadilawal 1448 13:16
Pasukan Yaman Tuding Houtsi Serang Pasar di Taiz, Puluhan Warga Sipil Tewas
Warga membawa jenazah dalam prosesi pemakaman seorang anak laki-laki, seorang perempuan, dan lima pejuang pro-pemerintah di Kota Taiz, Yaman barat daya. (Arsip/Reuters)

AL-MUKALLA (Arrahmah.id) - Angkatan Bersenjata Yaman pada Jumat (6/11/2026)menuduh kelompok Houtsi melakukan serangan mematikan terhadap sebuah pasar yang ramai di Provinsi Taiz, Yaman barat daya. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 30 warga sipil dan melukai delapan lainnya.

Juru bicara militer Yaman, Majed Al-Nuzaili, mengatakan Houtsi menembakkan rudal balistik ke Pasar Al-Hadara di Distrik Waziyah.

Ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang dan mendesak agar pihak-pihak yang merencanakan serta melaksanakannya dimintai pertanggungjawaban.

“Ke­jahatan ini merupakan gambaran nyata dari pendekatan milisi tersebut, yakni menargetkan warga sipil setiap kali mereka mengalami kekalahan di medan perang atau peluncuran rudal mereka gagal,” kata Al-Nuzaili.

Ia mendesak masyarakat internasional mengambil tindakan lebih tegas terhadap Houtsi dengan memutus aliran pendanaan dan pasokan senjata, serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas serangan terhadap warga sipil.

Al-Nuzaili mengatakan serangan tersebut justru akan memperkuat tekad tentara Yaman untuk melanjutkan Operasi Fajar Yaman (Operation Dawn of Yemen). Operasi itu bertujuan memerangi kelompok Houtsi serta melindungi warga sipil, keamanan kawasan, dan jalur pelayaran internasional.

Pemerintah daerah Taiz juga menyalahkan Houtsi atas serangan tersebut. Mereka menyatakan tidak ada pesawat militer yang melancarkan serangan di Distrik Waziyah pada Jumat (6/11) dan menyerukan pemeriksaan independen terhadap bukti-bukti di lokasi kejadian.

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya pertempuran antara Houtsi yang didukung Iran dan pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Bentrokan semakin intensif, terutama di Taiz, sehingga memperburuk krisis kemanusiaan yang sebelumnya sudah parah.

Houtsi juga memperketat pengepungan terhadap Kota Taiz dengan memutus sejumlah jalur pasokan utama. Kondisi tersebut menghambat distribusi makanan, bahan bakar, air, dan pasokan medis.

Bulan lalu, Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa eskalasi pertempuran telah menyebabkan lebih dari 800.000 orang kehilangan akses terhadap bantuan pangan. Kelangkaan bahan bakar dan pasokan medis juga mengancam operasional rumah sakit serta layanan penting lainnya.

PBB turut memperingatkan bahwa sistem kesehatan di kota tersebut berada di ambang kehancuran. Persediaan oksigen dan bahan bakar yang semakin menipis membuat ratusan pasien berada dalam risiko. (zarahamala/arrahmah.id)