Memuat...

Pria AS akui sulut perang Kristen -Muslim

Rasul Arasy
Selasa, 3 Mei 2011 / 30 Jumadilawal 1432 14:03
Pria AS akui sulut perang Kristen -Muslim
Pria AS akui sulut perang Kristen -Muslim

ST. LOUIS (Arrahmah.com) - Roman Otto Conaway, seorang kakek 51 tahun mengaku bersalah atas dakwaan membuat ancaman palsu untuk meledakkan sebuah alat peledak dan mengancam seorang pejabat federal pada Sepetember 2010 silam. Dalam dokumen yang terdapat di Pengadilan Distrik AS di St. Louis Timur dinyatakan bahwa Conaway ingin memulai sebuah perang antara Kristen dan Muslim.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa pada 21 September 2010, Conaway menelepon sebuah Masjid daerah St.Louis dan mengatakan bahwa ia berencana untuk membakar Al-Qur'an dan membuat videonya.

Conaway mengatakan bahwa ia ingin memulai sebuah perang antara Kristen dan Muslim, membunuh Presiden Barack Obama dan pejabat pemerintah lainnya, mengakhiri perang di Afghanistan dan "memulai sebuah kehancuran," dokumen pengadilan tersebut mengatakan.

Ketika tiga agen federal tiba sekitar pukul 7 malam di rumahnya di blok 9.000 Summit Drive, pintunya ditutup. Ia muncul beberapa saat kemudian mengenakan sebuah sabuk berbahan peledak palsu dan mengklaim bahwa sebuah pemicu ledak besi akan meledakkan dua drum 55 galon penuh bahan kimia yang mudah terbakar di halaman depan dan belakang.

Akhirnya evakuasi dilakukan pada warga lingkungan tersebut. Conaway menyerah hanya setelah pukul 2 pagi pada hari berikutnya.

Dalam wawancara dengan para agen, ia meminta maaf dan mengakui membuat beberapa pernyataan namun membantah mengancam Obama, dokumen pengadilan menunjukkan.

Bagaimanapun juga, di dalam dokumen pengadilan, jaksa federal mengklaim bahwa Conaway marah karena dikeluarkannya perintah perlindungan di Pengadilan St. County Clair yang melarangnya melakukan kontak dengan cucu-cucunya.

Ia juga diberitakan percaya bahwa Obama telah mengancam Pendeta Terry Jones, dari Pusat Dove World Outreach di Florida, untuk menggagalkan rencananya membakar Al-Qur'an pada 11 September. Postingan Facebook Conaway sebelum peristiwa ancaman tersebut mengkritisi pemerintah, para politisi, Bill Gates dan seorang hakim lokal.

Pendakwaan Conaway dijadwalkan untuk 5 Agustus mendatang.   (rasularasy/arrahmah.com)