ISTANBUL (Arrahmah.id) -- Aksi demonstrasi buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Turki berakhir ricuh, dengan ratusan orang ditangkap aparat keamanan dalam bentrokan yang terjadi di Istanbul pada Jumat (1/5/2026).
Kericuhan terjadi ketika ribuan demonstran berusaha menuju Lapangan Taksim, lokasi yang selama ini menjadi simbol pergerakan buruh di Istanbul. Namun, otoritas Turki melarang akses ke kawasan tersebut dan mengerahkan ribuan personel polisi untuk membubarkan massa.
Menurut laporan BBC News dan Turkish Minute (1/5), aparat menggunakan gas air mata dan penangkapan massal untuk mengendalikan situasi. Lebih dari 500 orang sempat ditahan, meskipun sebagian kemudian dibebaskan setelah pemeriksaan.
Pemerintah Turki menyatakan tindakan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban umum dan mencegah potensi gangguan keamanan. Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, menegaskan bahwa aparat bertindak sesuai prosedur hukum.
“Kami tidak akan mengizinkan aktivitas ilegal yang mengganggu ketertiban umum, tetapi hak untuk berkumpul tetap dihormati dalam kerangka hukum,” ujar Ali Yerlikaya.
Namun, kelompok buruh dan aktivis mengecam tindakan aparat yang dinilai berlebihan. Mereka menyebut pembatasan akses ke Lapangan Taksim sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi dan berkumpul.
Demonstrasi May Day di Turki secara historis kerap diwarnai ketegangan, terutama terkait pembatasan lokasi aksi di pusat kota Istanbul. Tahun ini, ketegangan meningkat seiring kondisi ekonomi yang sulit, termasuk inflasi tinggi dan tekanan terhadap upah pekerja.
Secara waktu dan tempat, insiden terjadi pada 1 Mei 2026 di Istanbul. Dari sisi pelaku, demonstran terdiri dari serikat pekerja dan aktivis sipil, sementara aparat keamanan bertindak untuk membubarkan massa. Penyebab utama kericuhan adalah larangan berkumpul di titik simbolis dan upaya demonstran menembus blokade polisi.
Hingga kini, situasi di Istanbul telah kembali kondusif, namun insiden tersebut kembali memicu sorotan internasional terhadap kondisi kebebasan sipil dan penanganan aksi unjuk rasa di Turki. (hanoum/arrahmah.id)
