WASHINGTON (Arrahmah.id) -- Sedikitnya 16 pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di delapan negara dilaporkan mengalami kerusakan setelah konflik bersenjata dengan Iran, menurut laporan terbaru.
Dilansir The Times of India serta The Caspian Post (1/5/2026), kerusakan terjadi akibat serangan rudal dan drone yang diluncurkan Iran sebagai respons terhadap operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Kerusakan dilaporkan terjadi di pangkalan-pangkalan yang tersebar di delapan negara, termasuk Irak, Suriah, Yordania, dan negara-negara Teluk. Meski tidak semua fasilitas hancur total, sejumlah pangkalan mengalami gangguan operasional signifikan, termasuk kerusakan infrastruktur militer dan sistem pertahanan.
Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya dalam laporan tersebut menggambarkan skala dampak serangan.
“Kami belum pernah melihat tingkat serangan seperti ini sebelumnya, dengan target yang tersebar di berbagai negara dalam waktu hampir bersamaan,” ujarnya sebagaimana dikutip CNN.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir setelah serangkaian serangan balasan di kawasan. Iran disebut menggunakan kombinasi rudal balistik dan drone untuk menargetkan instalasi militer AS, sebagai bagian dari strategi untuk menekan kehadiran militer Washington di Timur Tengah.
Meskipun demikian, Pentagon menyatakan bahwa sebagian besar pangkalan tetap beroperasi dan tidak ada gangguan besar terhadap kemampuan tempur secara keseluruhan. Namun, laporan tersebut menggarisbawahi meningkatnya risiko terhadap aset militer AS di kawasan yang selama ini menjadi pusat ketegangan geopolitik.
Sejumlah analis keamanan menilai serangan ini menunjukkan peningkatan kapasitas militer Iran dalam melakukan operasi lintas negara secara terkoordinasi. Hal ini juga menandai perubahan dinamika konflik, di mana serangan tidak lagi terbatas pada satu wilayah, melainkan menyasar jaringan pangkalan secara luas.
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum merilis rincian lengkap terkait tingkat kerusakan maupun jumlah korban dalam insiden tersebut. Sementara itu, situasi di kawasan Timur Tengah tetap tegang, dengan potensi eskalasi lanjutan yang masih menjadi perhatian komunitas internasional. (hanoum/arrahmah.id)
