Memuat...

Gaza Utara Jadi Sasaran Quadcopter dan Penembak Jitu, 4 Gugur

Zarah Amala
Jumat, 15 Mei 2026 / 28 Zulkaidah 1447 10:33
Gaza Utara Jadi Sasaran Quadcopter dan Penembak Jitu, 4 Gugur
Prosesi pemakaman seorang martir Palestina di Khan Yunis, Jalur Gaza selatan (Associated Press)

GAZA (Arrahmah.id) - Sedikitnya empat warga Palestina gugur dan sejumlah lainnya luka-luka akibat serangkaian pengeboman dan penembakan yang dilakukan pasukan 'Israel' di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Kamis (14/5/2026). Serangan ini menambah panjang daftar pelanggaran gencatan senjata yang telah berlangsung selama 217 hari sejak Oktober 2025.

Fokus serangan maut kali ini berpusat di wilayah utara, khususnya di Jabalia, di mana taktik militer 'Israel' melibatkan penggunaan drone hingga penembak jitu (sniper).

Berdasarkan laporan dari sumber lokal dan medis, korban jiwa dalam 24 jam terakhir. Dua warga tewas seketika saat pesawat tempur 'Israel' menargetkan kerumunan warga di Jalan Al-Nuzha. Salah satu korban diidentifikasi sebagai pemuda bernama Tamer Iyad al-Mutawaq, yang gugur hanya berselang dua hari setelah kematian ayahnya.

Seorang warga lainnya tewas di Jalan Gaza Lama, Jabalia al-Balad, setelah sebuah drone jenis Quadcopter menjatuhkan bom tepat ke arahnya.

Hassan Hamed Abed dinyatakan gugur akibat luka tembak dari penembak jitu 'Israel' saat berada di depan klinik UNRWA di kamp pengungsi Jabalia.

Eskalasi di Wilayah Selatan dan Tengah

Serangan tidak hanya terbatas di utara. Militer 'Israel' juga terus melakukan tekanan militer di area lain. Di Khan Yunis, dua warga luka-luka akibat pengeboman di dekat Bundaran Bani Suhaila, wilayah timur Khan Yunis.

Penembakan juga terjadi di daerah Al-Salatin, Beit Lahia, sementara penghancuran rumah secara sistematis terus berlangsung di wilayah timur Kota Gaza.

Tank-tank 'Israel' dilaporkan melepaskan tembakan di timur kamp Al-Bureij, bersamaan dengan serangan artileri di kota Juhor ad-Dik.

Hingga pertengahan Mei 2026, dampak dari agresi berkepanjangan ini telah mencapai angka yang mengerikan. Berdasarkan data terbaru, total korban sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023 adalah 72.744 jiwa dan 172.588 orang terluka.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa meskipun secara formal terdapat status gencatan senjata, militer 'Israel' terus melakukan operasi udara, artileri, hingga peledakan fasilitas sipil dan pusat-pusat pengungsian setiap harinya, yang semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)